Harga Emas Antam (ANTM) Bangkit, Ada Sinyal Cuan?
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Rabu (17/6/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,733 juta atau naik Rp 4.000 dari Selasa (16/6/2026) Rp 2,729 juta per gram setelah pasar menilai peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini semakin mengecil.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,514 juta atau naik Rp 14.000 dari sebelumnya Rp 2,500 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang menguat pada perdagangan Selasa (16/6/2026). Harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 4.338,97 per ons setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat naik 0,1% dan ditutup pada US$ 4.354,40 per ons.
Penguatan logam mulia terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari antara AS dan Iran. Kesepakatan tersebut juga membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelumnya sempat diblokir Iran sejak konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada Februari.
Baca Juga
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Minggu, 1 Gram Dibanderol Rp 2,82 Juta
Akibatnya, ada penurunan suku bunga jangka pendek, penurunan harga energi, dan berkurangnya kemungkinan The Fed perlu menaikkan suku bunga di akhir tahun ini.
Harga minyak mentah Brent juga merespons positif perkembangan tersebut. Minyak turun di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret, setelah anjlok hampir 5% pada Senin (15/6/2026) menyusul pengumuman kesepakatan sementara tersebut.
Meredanya tekanan harga energi membuat pelaku pasar mengubah proyeksi kebijakan moneter Amerika Serikat. Berdasarkan alat CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Desember turun menjadi 58%, dari sebelumnya mendekati 70%.
Selama beberapa bulan terakhir, emas sempat tertekan akibat perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama.
Padahal, emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian. Namun, logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga meningkat karena investor memiliki alternatif investasi dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi.
Baca Juga
Emas Bisa Makin Berkilau Pasca-Selat Hormuz Dibuka, Bisa Tembus US$ 4,874 pada Akhir Tahun
Kini, fokus pasar tertuju pada rangkaian pertemuan bank sentral yang digelar pekan ini. Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu (17/6/2026), yang menjadi keputusan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.
Keputusan tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat hingga akhir tahun, sekaligus menentukan pergerakan aset safe haven seperti emas.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,416 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,733 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,406 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,084 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,340 juta
- Emas 10 gram: Rp 26,825 juta
- Emas 25 gram: Rp 66,937 juta
- Emas 50 gram: Rp 133,795 juta
- Emas 100 gram: Rp 267,512 juta
- Emas 250 gram: Rp 668,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,336,515 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,673,600 miliar.
