Lewat Forum Ini, Kadin Indonesia Dorong Peran Hong Kong untuk Tingkatkan Investasi di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Hong Kong guna meningkatkan arus investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke Tanah Air.
Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan Kadin Indonesia dengan delegasi akademisi dan peneliti dari University of Hong Kong, bertajuk ‘Advancing China-Asean Regional Cooperation: Hong Kong’s Strategic Role amid Shifting Geopolitical Dynamics, di Jakarta, pada Kamis malam (11/6/2026).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan, delegasi dari University of Hong Kong datang ke Indonesia untuk mendiskusikan cara memperkuat hubungan Indonesia dengan Hong Kong dan China, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Menurutnya, hubungan antara negara-negara Barat dan Timur menjadi semakin penting di tengah perubahan geopolitik dunia. Dalam konteks tersebut, Hong Kong memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama menuju China.
“Kita ketahui bahwa China adalah trading partner nomor satu di Indonesia, dan nomor dua adalah Amerika. Yang kedua, kita lihat juga bahwa Hong Kong ini telah berhasil membawa investasi sekitar US$ 10,8 miliar yang kurang lebih itu nomor dua untuk Indonesia,” ujar Anindya.
Ia menambahkan, diskusi yang dilakukan bersama para akademisi tersebut berfokus pada upaya meningkatkan kontribusi Hong Kong dalam mendorong FDI ke Indonesia yang pada akhirnya dapat menciptakan lapangan kerja baru.
Baca Juga
Menko Airlangga: Hong Kong adalah Gerbang Perekonomian Indonesia
“Kita berdiskusi secara ilmiah bagaimana bisa meningkatkan peran Hong Kong untuk meningkatkan foreign direct investment (FDI) Indonesia yang hubungannya tentu kepada lapangan kerja,” kata Anindya.
Ia menilai, peningkatan perdagangan dan masuknya investasi asing menjadi dua langkah penting untuk memperkuat perekonomian nasional, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
“Tentunya dari Kadin mendorong penuh dan para profesornya ini sangat semangat dan percaya akan Indonesia. Dan mudah-mudahan ini bisa menjadikan suatu hasil yang baik,” ucap Anindya.
Sementara itu, Associate Vice President (Global) of Hong Kong University Tang Heiwai mengatakan, kunjungan delegasi yang terdiri dari akademisi, investor, dan mahasiswa tersebut bertujuan mempelajari perkembangan ekonomi Indonesia secara langsung.
Menurutnya, Hong Kong tetap menjadi salah satu pusat keuangan internasional yang tangguh dan berkelanjutan. Karena itu, Hong Kong diharapkan dapat berperan sebagai jembatan antara China dan negara-negara Asean, termasuk Indonesia.
“Semoga Hong Kong bisa menjadi fasilitator untuk perubahan ekonomi Indonesia,” ujar Tang.
Setali tiga uang, Founding Director CCCW and Professor School of Governance and Policy Hong Kong University Li Cheng menilai, Asean kini memegang peran strategis dalam perekonomian global di tengah meningkatnya ketidakpastian dan perubahan geopolitik.
Menurutnya, kawasan Asean menjadi perhatian utama kalangan bisnis di Hong Kong maupun China daratan karena menawarkan stabilitas ekonomi dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.
“Asean memainkan peran yang sangat penting terhadap perusahaan dan stabilitas finansial. Negara Asean dan mainland China berbagi satu hal yang sama, karena kawasan ini mengalami peningkatan kelas menengah yang luar biasa,” ucap Li.
“Saya pikir kawasan dinamis ini akan berkontribusi ke perubahan ekonomi, perkembangan regional, dan perubahan stabilitas di region dan lainnya,” sambungnya.
Di lain sisi, Chairman of the Hong Kong and Macau Bilateral Committee of Kadin Indonesia Suwito menyoroti pentingnya kerja sama di sektor pendidikan sebagai bagian dari penguatan hubungan Indonesia dan Hong Kong.
“Hong Kong bisa memberikan (manfaat) ke Indonesia adalah education. Jadi untuk membantu human capital yang sesuai dengan (arahan) Presiden Prabowo juga sangat mendorong hal itu. Apalagi terutama kalau menurut saya untuk vocational training,” katanya.
