Dirut Pertamina Sebut Kenaikan Harga Pertamax Pertimbangkan Dinamika Geopolitik Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri memberi penjelasan soal kenakan harga BBM Pertamax (RON 92) yang menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green (RON 95) Rp 17.000 per liter.
Simon menyampaikan, penyesuaian pada harga BBM nonsubsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar Internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.
Baca Juga
Dampak Harga RON 92 Naik, 26% Pengguna Pertamax Bisa Beralih ke Pertalite
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini selain dilakukan di titik-titik SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta,” kata Simon dalam unggahan akun Instagram Pertamina, Kamis (11/6/2026).
Simon tidak memungkiri, penyesuaian harga BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green ini telah menjadi perhatian masyarakat. Meski begitu, dia memastikan Pertamina tetap menjaga komitmen dalam menyediakan energi bagi masyarakat.
“Di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina dengan dukungan penuh dari Pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” ucap dia.
Baca Juga
Kenaikan Pertamax Jadi Rp 16.250 Sebagai Langkah Tak Terhindarkan, Ini Alasannya
Lebih lanjut Simon meminta masyarakat untuk tidak khawatir karena harga BBM subsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di Rp 10.000 per liter dan BioSolar di harga Rp 6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini. Dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi,” pungkas Simon.

