XLSmart (EXCL) Rilis ESTA Ecosystem, Dukung Produktivitas Korporasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melalui XLSmart for Business resmi meluncurkan ESTA Ecosystem dalam ajang BRAVO 500 Summit 2026. Ekosistem ini mengintegrasikan 5G, AI, platform data, dan otomasi untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing korporasi.
Peluncuran ESTA Ecosystem menjadi agenda utama forum yang dihadiri sekitar 500 pemimpin bisnis, regulator, dan pelaku teknologi. CEO XLSmart, Rajeev Sethi mengatakan, transformasi digital membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Diskusi dan kolaborasi seperti ini akan membantu membentuk masa depan ekonomi digital Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Satu tahun pascamerger, XLSmart melayani lebih dari 70 juta pelanggan. Perusahaan mengklaim telah menghadirkan layanan 5G di lebih dari 47 kota dan menargetkan 88 kota pada akhir 2026.
Rajeev menilai konektivitas saja tidak lagi cukup bagi kebutuhan bisnis. “Bisnis tidak hanya membutuhkan bandwidth, tetapi juga solusi yang membuat operasional lebih pintar, lebih cepat, dan lebih tangguh,” katanya.
Direktur dan Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono mengatakan, data, AI, dan analitik menjadi pilar penting dunia digital. Ia menilai tantangan utama perusahaan saat ini adalah mengintegrasikan berbagai solusi dalam satu ekosistem.
Baca Juga
XLSmart Siap Genjot Kapasitas 5G Jika Menang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
"Untuk menjawab kebutuhan tersebut, XLSmart for Business menghadirkan ESTA Ecosystem. Kami melihat kebutuhan akan platform yang terintegrasi semakin besar,” kata Andrijanto.
Sekadar informasi, ESTA Ecosystem mencakup ESTA Prime, ESTA eco, ESTA connect 5G, ESTA vision, dan ESTA agent dalam satu platform. Solusi ini membantu pengelolaan data, pemanfaatan AI, keamanan digital, dan otomasi proses bisnis.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid menegaskan, perkembangan AI harus diimbangi tata kelola yang kuat. Ia menyebut kualitas dan integrasi data menjadi faktor penting dalam menghasilkan keputusan yang akurat.
Meutya mengatakan pemerintah telah menetapkan 10 sektor prioritas pengembangan AI nasional. “AI harus menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Menurut Politisi Partai Golkar itu, pengembangan AI juga harus menjamin perlindungan masyarakat di ruang digital. Sektor prioritas mencakup pangan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, reformasi birokrasi, keamanan, energi, perumahan, transportasi, serta seni dan ekonomi kreatif.
Lewat acara Bravo 500 Summit 2026, XLSmart berharap dukungan 5G, AI, cloud, platform data, dan layanan terkelola dapat mempercepat inovasi serta meningkatkan daya saing korporasi Indonesia.
Baca Juga
Fokus Perluas Transformasi Digital, XLSmart Gelar Bravo 500 Summit 2026
FOTO:
