IKN Disiapkan Jadi Laboratorium AI, Dana Smart City Tembus US$ 2,49 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah menyiapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kawasan percontohan teknologi masa depan di Indonesia dengan dukungan pendanaan internasional dan penguatan kapasitas talenta digital. Berbagai inovasi, mulai dari layanan publik berbasis kecerdasan buatan (AI) hingga sistem kota pintar, akan diterapkan secara terintegrasi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan, IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai etalase transformasi digital nasional yang berorientasi pada efisiensi layanan dan daya saing ekonomi.
“Ibu Kota Nusantara dirancang untuk menjadi laboratorium hidup bagi teknologi masa depan,” ujar Nezar dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, berbagai teknologi canggih akan diuji dan diterapkan di IKN, mulai dari kendaraan otonom, sistem energi pintar, hingga layanan publik berbasis AI yang inklusif.
Pengembangan smart city di IKN juga mendapat dukungan pendanaan internasional. Pada awal 2026, nilai pendanaan untuk perencanaan kota pintar tersebut mencapai US$ 2,49 juta, menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan ekosistem digital di kawasan tersebut.
Selain IKN, Balikpapan dipersiapkan sebagai penyangga digital utama. Kota tersebut akan menjadi gerbang menuju IKN dengan standar layanan publik yang terintegrasi dan setara guna mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Baca Juga
Wamenkomdigi Nezar Patria Sebut Adopsi AI Tingkatkan Produktivitas Keuangan Hingga 82 Persen
“Balikpapan sebagai gerbang utama IKN memegang peran yang sangat penting sebagai penyangga digital,” sambung Nezar.
Pemerintah menilai percepatan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak. Berdasarkan IMD World Digital Competitiveness Ranking 2025, Indonesia masih menghadapi tantangan pada aspek kesiapan teknologi dan penguatan sumber daya manusia digital, dua faktor yang dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi.
Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memperkuat kapasitas para pemimpin pemerintahan melalui Program Digital Leadership Academy (DLA). Program tersebut membekali peserta dengan kompetensi terkait AI, keamanan siber, komputasi awan, hingga integrasi data lintas instansi.
Nezar menegaskan transformasi digital tidak cukup hanya melalui pembangunan aplikasi atau infrastruktur teknologi. Menurutnya, perubahan pola pikir dalam menyelesaikan masalah dan memberikan layanan publik menjadi faktor utama keberhasilan digitalisasi serta penciptaan nilai ekonomi jangka panjang.

