AS Kucurkan Hibah US$ 2,49 Juta Perkuat Perencanaan 'Smart City' IKN
Poin Penting
|
IKN, investortrust.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandatangani kontrak kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) senilai US$ 2,49 juta atau sekitar Rp 41,7 miliar (asumsi kurs Rp 16.758 per dolar AS) guna memperkuat perencanaan pembangunan kota cerdas di ibu kota politik.
Kerja sama yang diteken merupakan asistensi teknis solusi Smart City oleh US Trade and Development Agency (USTDA), lembaga independen Pemerintah AS yang mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono menyatakan, transformasi digital menjadi fondasi utama pembangunan Nusantara sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan.
“Visi kami jelas, Nusantara harus menjadi kota hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas,” kata Basuki dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga
Tinjau Pasar KIPP IKN, Gibran Pastikan Ekonomi Rakyat Tumbuh di Jantung Ibu Kota Baru
Menurutnya, dukungan hibah internasional tersebut menunjukkan kepercayaan global terhadap pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang terintegrasi dan siap investasi.
Asistensi teknis smart city ini akan menghasilkan berbagai dokumen strategis dan teknis, meliputi smart city enterprise architecture, procurement-ready RFP packages, model finansial dan investasi, kerangka kerja berbasis environmental, social, and governance (ESG), capacity building roadmap, serta rencana tahapan implementasi.
Proyek tersebut melibatkan konsorsium yang dipimpin Eficens Systems Inc bersama Frost & Sullivan, ASECH Indonesia (center of excellence on smart city), Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia sebagai mitra Google Cloud Platform.
Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director, Subhranshu Sekhar Das menilai IKN berpotensi berkembang melampaui konsep kota cerdas konvensional.
“Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi cognitive city. Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan memainkan peran penting dalam membentuk cara kota belajar, melakukan simulasi, dan terus mengoptimalkan tata kelola, infrastruktur, serta layanan publik,” ujar Subhranshu.
Pada hari yang sama, rapat proyek perdana turut dihadiri Senior Representative USTDA untuk Indonesia, Yolanda Hanna, bersama jajaran konsorsium pelaksana.
Baca Juga
Bermalam di IKN, Presiden Tunjukkan Keseriusan Pemindahan Ibu Kota Negara
Melalui dukungan hibah USTDA dan kolaborasi lintas sektor ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya memastikan pembangunan Nusantara tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga sistem digital yang matang, aman, dan berorientasi masa depan.
Sebelumnya, Otorita IKN mencatatkan investasi non-APBN yang telah masuk ke wilayah ibu kota baru Indonesia tersebut tembus sekitar Rp 72 triliun sejak 1 Januari–25 Februari 2026.
“Saat ini, sampai awal 2026 sudah ada komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sebesar Rp 72 triliun. Pembangunan IKN ini juga semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakatnya termasuk dalam bidang usaha, apalagi dengan adanya Perpres Nomor 79 serta kehadiran Bapak Presiden dan Wakil Presiden,” kata Basuki beberapa waktu lalu.

