Gross Split Batal untuk Minerba, IMA: Kepastian Investasi Terjaga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indonesian Mining Association (IMA) menyambut baik keputusan pemerintah yang membatalkan rencana penerapan skema bagi hasil (gross split) ala sektor minyak dan gas bumi (migas) pada industri mineral dan batu bara (minerba). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepastian investasi dan stabilitas iklim usaha di sektor pertambangan nasional.
Direktur Eksekutif IMA Sari Esayanti mengatakan karakteristik industri minerba sangat berbeda dengan sektor migas, sehingga penerapan skema yang sama berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha.
Baca Juga
Subsidi EV Berbasis Nikel Perkuat Hilirisasi dan Tekan Impor BBM
“Industri pertambangan minerba memiliki karakteristik yang unik dengan tingkat kompleksitas yang berbeda pada masing-masing komoditas. Perbedaan mendasar inilah yang membuat banyak negara menerapkan sistem royalti dan fiskal yang berbeda dengan sektor migas,” ujar Sari, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, keputusan pemerintah mempertahankan sistem yang berlaku saat ini memberikan sinyal positif bagi investor yang membutuhkan kepastian regulasi dalam menjalankan kegiatan usaha jangka panjang.
IMA berharap pemerintah terus menjaga konsistensi kebijakan fiskal dan kewajiban keuangan perusahaan agar keberlanjutan investasi serta operasional sektor pertambangan dapat berjalan optimal.
Hal tersebut dinilai semakin penting mengingat industri pertambangan saat ini tengah menghadapi berbagai penyesuaian regulasi, mulai dari implementasi ekspor satu pintu, kewajiban Devisa Hasil Ekspor (DHE), penyesuaian royalti dan Harga Patokan Mineral (HPM), penerapan bea keluar, hingga rencana mandatori biodiesel B50.
Sari menegaskan kepastian dan konsistensi kebijakan merupakan faktor utama untuk menjaga daya saing industri pertambangan Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Baca Juga
Investasi Hilirisasi Nikel Tembus Rp 41,5 Triliun, Maluku Utara Diproyeksikan Jadi Acuan Global
“Hal ini sangat penting, terutama untuk mendukung kebutuhan investasi jangka panjang yang dibutuhkan dalam agenda hilirisasi dan transisi energi nasional,” katanya.
Menurut IMA, pembatalan rencana skema bagi hasil untuk sektor minerba menjadi langkah yang tepat karena memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus menjaga momentum investasi yang dibutuhkan untuk memperkuat industri pertambangan nasional.

