Integrated Terminal Manggis Jadi Tulang Punggung Energi Bali, Ini Pesan Komisaris Pertamina
Poin Penting
|
KARANGASEM, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat keandalan fasilitas operasional untuk menjaga ketahanan energi nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan management walk through (MWT) dewan komisaris Pertamina di Integrated Terminal (IT) Manggis, Karangasem, Bali, yang berperan penting dalam menjamin pasokan energi bagi Bali dan wilayah Nusa Tenggara.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (28/5/2026) itu difokuskan pada evaluasi kesiapan operasional, keandalan fasilitas, serta aspek keselamatan dan keamanan guna memastikan distribusi energi berjalan lancar dan berkelanjutan.
Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Pertamina Mochamad Iriawan mengatakan IT Manggis memiliki fungsi strategis sebagai salah satu mata rantai penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Menurutnya, keandalan operasional harus terus dijaga dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) atau kesehatan, keselamatan kerja, keamanan, dan perlindungan lingkungan.
“HSSE adalah license to operate tidak ada kompromi terhadap keselamatan pekerja, keamanan fasilitas maupun perlindungan lingkungan hidup. Awareness terhadap aspek safety, emergency respon risk mitigation dan perlindungan lingkungan, harus ditingkatkan, dan semua pihak harus memastikan operasional aman, responsif dan berkelanjutan,” ujarnya dikutip Jumat (5/6/2026).
Baca Juga
Iduladha 2026, Pertamina Trans Kontinental Tetap Jaga Operasional dan Berbagi Kurban
IT Manggis merupakan terminal energi terbesar di Pulau Bali dengan luas area mencapai 17 hektare. Fasilitas ini memiliki peran strategis sebagai terminal hub yang menopang distribusi energi ke sejumlah terminal lain di kawasan Nusa Tenggara.
Terminal tersebut menyalurkan berbagai jenis bahan bakar minyak, mulai dari Pertalite, Pertamax, BioSolar, Marine Fuel Oil (MFO), hingga Marine Diesel Fuel (MDF). Distribusi dilakukan ke 148 SPBU, 54 Pertashop, 2 Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), 2 SPBU Nelayan (SPBUN), SPBU Kompak, serta berbagai sektor industri.
Selain BBM, IT Manggis juga menjadi pusat distribusi LPG yang disalurkan ke 16 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji Public Service Obligation (SPPBE PSO), 4 SPPBE Non Public Service Obligation (NPSO), serta 2 pelanggan industri.
Irawan juga menyoroti pentingnya peningkatan keandalan fasilitas melalui pembangunan jetty 1. Infrastruktur tersebut dinilai mampu meningkatkan fleksibilitas operasi, memperkuat proses bongkar muat, mempercepat distribusi energi, serta mengurangi risiko antrean dan keterlambatan kapal. Pembangunan fasilitas tersebut akan memperkuat ketahanan pasokan energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional IT Manggis secara keseluruhan.
Selain penguatan fasilitas, Pertamina juga terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat melalui koordinasi dengan pemangku kepentingan sektor maritim, peningkatan keandalan fasilitas laut, serta pengujian berkala terhadap sistem tanggap darurat.
“Saya mengapresiasi dedikasi seluruh perwira yang terus menjaga operasi berjalan lancar dan baik, bangun budaya safety, disiplin operasional dengan sinergi dan rasa memiliki. IT Manggis diharapkan dapat terus meningkatkan keandalan operasi dan jadi terminal aman, modern dan berstandar kelas dunia,” tegasnya.
Hadapi Tantangan Operasional
Kegiatan management walkt hrough tersebut juga dihadiri Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono, Komisaris Independen Pertamina Raden Adjeng Sondaryani, Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang, Komisaris Pertamina Heru Pambudi, serta Komisaris Pertamina Laode Sulaiman yang juga menjabat sebagai direktur jenderal minyak dan gas bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Baca Juga
Pertamina Group Salurkan 4.400 Hewan Kurban di Iduladha 2026
Dalam kesempatan tersebut, Laode Sulaiman mengapresiasi kesiapan operasional Pertamina yang dinilainya mampu menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi energi.
Ia mengakui kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan utama dalam operasional terminal energi di kawasan pesisir. Namun, menurutnya, tantangan tersebut berhasil diantisipasi dengan baik oleh seluruh perwira yang bertugas di IT Manggis.
“Tantangan yang dihadapi dalam operasional di IT Manggis, salah satunya adalah cuaca, namun saya melihat tantangan itu berhasil diatasi dengan sangat baik oleh perwira di IT Manggis, melalui berbagai upaya yang dilakukan,” tutupnya.

