Lewat Forum Ini, Amartha Dorong Kesehatan Finansial UMKM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendorong kesehatan finansial dari segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), PT Amartha Mikro Fintech (Amartha) menggelar Asia Grassroots Forum 2026.
Founder & CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra mengungkapkan, tantangan pembangunan ke depan bukan hanya memperluas akses keuangan, melainkan juga memastikan masyarakat akar rumput memiliki kemampuan untuk tumbuh lebih produktif, tangguh, dan sehat secara finansial.
“Kita perlu terus percaya bahwa kewirausahaan dapat menciptakan peluang, inovasi dapat meningkatkan kualitas hidup, dan kolaborasi dapat membantu masyarakat menghadapi perubahan,” ujarnya, dalam Asia Grassroots Forum 2026, di Jakarta (4/6/2026).
Baca Juga
Belum Genap Setahun Beroperasi, Dompet Digital Milik Amartha Diklaim Tumbuh 20 Kali Lipat
Menurut Taufan, masa depan perlu dipersiapkan bersama dengan memanfaatkan teknologi untuk memperluas kesempatan dan menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, meningkatnya kesenjangan, perubahan geopolitik, dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif menjadi tantangan sekaligus kebutuhan lagi negara-negara di Asia.
Isu tersebut menjadi fokus utama dalam Asia Grassroots Forum 2026 yang diselenggarakan Amartha Financial bersama International FInance Corporation (IFC), Accion, dan Women’s World Banking (WWB).
Mengusung tema ‘Enabling Growth, Elevating Financial Health, forum ini menghadirkan lebih dari 500 peserta yang terdiri dari investor global, pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, organisasi pembangunan, hingga praktisi ekonomi akar rumput untuk membahas strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.
Data menunjukkan, UMKM menyumbang lebih dari 90% unit usaha dan menyerap sebagian besar tenaga kerja di berbagai negara Asia. Namun, jutaan pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa rendahnya produktivitas, keterbatasan akses permodalan, akses pasar yang belum optimal, serta kesenjangan kemampuan digital.
Di kesempatan yang sama, Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pertumbuhan ekonomi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang, membangun usaha, dan meningkatkan kesejahteraan. Kemajuan yang sesungguhnya adalah ketika pertumbuhan mampu menjangkau lebih banyak orang,” katanya.
Baca Juga
Amartha Bidik Investor Global Lewat The 2026 Asia Grassroots Forum
Country Manager IFC Indonesia Euan Marshall menilai, akses terhadap pembiayaan produktif masih menjadi faktor penting dalam memperluas peluang ekonomi di kawasan Asia.
“Perusahaan sektor swasta, khususnya UMKM, merupakan tulang punggung perekonomian di kawasan ini. Ketika mereka dilengkapi dengan pembiayaan, sarana, dan dukungan yang tepat untuk bertumbuh, mereka dapat menjadi penggerak kuat dalam menciptakan lapangan kerja, membangun ketahanan komunitas, dan mendorong kesejahteraan jangka panjang,” ucapnya.
Di lain sisi, Managing Partner Accion Digital Transformation Njord Andrewes menyoroti peran teknologi dan AI dalam meningkatkan produktivitas pelaku usaha kecil.
“Teknologi ini merupakan alat yang sangat kuat dan harus digunakan secara bertanggung jawab, dengan aturan pengaman yang menempatkan perlindungan konsumen dan kepercayaan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen memperkuat kesehatan finansial masyarakat, Amartha bersama sejumlah mitra juga meluncurkan Indonesia Coalition for Financial Health (ICFH). Inisiatif lintas sektor ini bertujuan mendorong riset, inovasi, dan kolaborasi guna meningkatkan kesehatan finansial masyarakat Indonesia, khususnya perempuan, pelaku UMKM, petani kecil, dan komunitas akar rumput.

