PT Astra Otoparts Tbk, Buka Jalan ke Ekosistem Mobil Listrik Tanah Air
JAKARTA, Investortrust.id - PT Astra Otoparts Tbk, sebagai bagian integral dari grup manufaktur dan distributor otomotif PT Astra International Tbk di Indonesia, telah menjelma menjadi salah satu pelaku utama penyediaan suku cadang otomotif. Dengan cakupan dari sepeda motor, mobil roda empat, hingga kendaraan komersial seperti truk dan bus, perusahaan kini punya peran kunci dalam rantai pasok industri otomotif.
Perusahaan dengan kode bursa AUTO ini dalam dua tahun terakhir memang telah memasuki ranah ekosistem mobil listrik melalui pengembangan lini bisnis terbarunya Astra Otopower. Dengan Astra Otopower, Astra Otoparts mengembangkan jaringan pengisian bateraiKendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), yang secara resmi diluncurkan pada tahun 2022 lalu. Astra Otopower berikutnya hadir di sejumlah lokasiuntuk mendukung pemerintah dalam menyiapkan infrastruktur pengembangan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia.
Disampaikan Direktur PT Astra Otoparts Tbk Kusharijono di ajang Investortrust Future Forum bertajuk "Potensi Besar dan Kebutuhan Insentif Mobil Hibrida" di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2023), dengan lini bisnis Astra Otopower, perusahaan aktif mengembangkan EV charging station yang kini mulai dipasang tersebar di sejumlah lokasi. Sejauh ini charging station yang dikembangkan perseroan telah didistribusikan ke original equipment manufactur (OEM) dan dipasang di sejumlah outlet service center yang dimiliki oleh grup usaha yang dimiliki oleh PT Astra International Tbk selaku induk.
“Ini mencakup pengelolaan charging station berbasis EV di cabang-cabang (grup ASTRA), di Astra Auto Service, dan di sejumlah jalur tol di Pulau Jawa,” kata Kusharijono. Ia juga mengaku bekerja sama dengan PT Toyota Astra Motor untuk mendistribusikan home charging station-nya secara bundling dengan produk-produk keluaran Toyota.
Baca Juga
Soal Investasi Suku Cadang Mobil Hybrid, PT Astra Otoparts Akui Masih Perlu Berhitung
Untuk home charging station merek Altro hasil produksinya, kelak akan menjadi bagian bundling penjualan mobil listrik Toyota bZ4X dan Lexus. Langkah ini diyakininya akan memperbesar upaya pengembangan ekosistem mobil listrik di dalam negeri.
Namun demikian disampaikan pula bahwa perusahaan tidak hanya menyuplai charging station hasil produksnya untuk merek-merek dalam grup Astra, seperti Toyota, Daihatsu, dan Isuzu semata. Tetapi juga untuk seluruh OEM pembuat mobil dan sepeda motor di Indonesia, termasuk merek asal Jepang, Korea, China, dan sejumlah brand Eropa.
Kembangkan Suku Cadang untuk EV
Di sisi lain, AUTO melalui Engineering Development Center, sebuah divisi Research and Development (R&D) internalnya, terus mengembangkan komponen-komponen inovatif yang diperlukan untuk kendaraan listrik dan kendaraan hibrida EV (HEV).
Perseroan sejauh ini telah memproduksi sejumlah suku cadang common untuk kendaraan listrik yang telah dijual secara massal ke sejumlah manufaktur. Sebut saja wheeldisc, drivershaft, resonator intake air, housing display LED EV, front axie, hingga mirror dan plastic part.
“Tak berhenti di common part, kami juga memproduksi sejumlah spesific part yang digunakan BEV, seperti hybrid damper yang sudah digunakan pada mobil hybrid Innova maupun Yaris Cross. Dan saat ini kami sedang mengembangkan lewat R & D kami sejumlah part yang terkait langsung dengan jenis kendaraan HEV (hybrid-Electric Vehicle),” ujarnya.
Dalam paparannya, Kusharijono menyebut spesific part yang tengah dikembangkan meliputi battery case ZW-EV, Panel Assy, RR-Console, dan UPR -4W. “Semuanya kami kembangkan sendiri. Tapi partner kami baik itu di Jepang maupun Eropa juga sama-sama melakukan pengembangan. Tapi belum bisa diproduksi massal di Indonesia,” imbuhnya.
Baca Juga
Bersiap Transisi ke Electric Part, Astra Otoparts Minta Hal Ini ke Pemerintah
Langkah produksi massal, menurutnya akan segera dilakukan begitu volume kendaraan listrik yang digunakan masyarakat telah meningkat, sehingga akan otomatis terbentuk off taker dari output yang dihasilkan oleh perseroan.
AUTO sejauh ini telah menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah manufaktur. Sejumlah mitra tersebut mencakup produsen besar seperti Denso, Aisin, Akebono dari Jepang, Pirelli dari Italia, serta produsen komponen lokal dari Grup Triputra.
Selangkah Lagi Capai 70% TKDN
Ditanya seputar tingkat kandungan produksi dalam negeri (TKDN), Kusharijono menyebut jika menghitung porsi suku cadang yang telah diproduksi perseroan secara mandiri, maka TKDN produk kendaraan listrik dan hybrid yang dilansir oleh grup ASTRA ia yakini sudah mencapai angka 40%. “Kalau di angka 40% siap kita,”tegasnya.
Begitu komponen baterai listrik yang saat ini tengah diupayakan untuk diproduksi oleh perusahaan patungan pelat merah dan swasta, Indonesia Battery Company berhasil diproduksi massal, maka porsi 70% TKDN otomatis bisa dicapai pada mobil-mobil listrik keluaran Grup ASTRA.
Dalam kesempatan tersebut, Kusharijono mengungkapkan bahwa sejatinya pasar otomotif Indonesia masih menjanjikan dalam jangka panjang, baik untuk penjualan unit baru maupun layanan purna jual. Sementara itu adopsi kendaraan listrik (x-EV) masih memberikan tantangan sekaligus peluang.
“Untuk mempersiapkan penetrasi kendaraan listrik, kita setuju bahwa teknologi Hybrid (HEV) menjadi langkah awal menuju elektrifikasi secara penuh,”ujarnya.
“Astra Otoparts masih bisa bersaing sebagai pembuat komponen untuk model x-EV karena kita sudah mensuplai beberapa model, dan kita akan terus meningkatkan kemampuan kita untuk mensuplai lebih banyak suku cadang kendaraan hybrid, sambil bersiap untuk transisi ke kendaraan listrik sepenuhnya (BEV) dalam waktu dekat,” tutur Kusharijono.

