Toco Seller Academy Diluncurkan, Bantu Seller 'Pecah Telur' Lewat Strategi Bisnis Sehat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Platform e-commerce Toco dan J&T Express meluncurkan Toco Seller Academy untuk membantu UMKM meningkatkan penjualan. Program ini fokus membangun bisnis online yang lebih sehat dan mandiri.
Founder Toco, Arnold Sebastian Egg mengatakan, program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan seller di lapangan. Toco mengembangkan materi dan fitur sesuai masukan pengguna.
“Kalau kita lihat, kita nggak buat yang kita mau buat, kita tanya dulu sama mereka (seller) semuanya. Apa yang kalian perlu untuk bisa jualan lebih gampang, bikin bisnis lebih sehat,” kata Arnold di Tangerang, Rabu (3/6/2026) malam.
Seller sekaligus kreator konten UMKM, Jonathan Kho menilai, banyak seller marketplace kehilangan kemampuan mencari trafik sendiri. Mereka terlalu lama bergantung pada promosi dan subsidi dari platform.
“Seller-seller ini udah nggak punya otot untuk narikin trafik sendiri. Kita udah nggak paham caranya,” ujar Jonathan pada kesempatan yang sama.
Pria yang punya julukan Om Botak itu juga mengakui banyak seller yang kesulitan membangun loyalitas pelanggan karena tidak memiliki akses ke database pembeli. Kondisi ini membuat bisnis sangat bergantung pada marketplace.
Baca Juga
SAPA UMKM Jangkau 57 Juta Pelaku Usaha, Founder Toco Nilai Pemerintah Serius Benahi Ekosistem
“Nah, ini yang sebenarnya menurut saya Toco ini kayak angin segar karena database kita bisa punya, fee 0%,” katanya.
Melalui Toco Seller Academy, peserta akan belajar membangun bisnis online yang berkelanjutan. Toco juga menyediakan pendampingan melalui grup WhatsApp untuk setiap batch peserta.
“Kalau ada kendala atau apa pun langsung bisa disampaikan. Kita malah mau benar-benar pegang tangan mereka untuk bisa belajar lagi gimana bisnisnya online sebenarnya yang sehat,” ujar Arnold.
J&T Express mendukung program ini sebagai mitra logistik. Perusahaan menilai Toco menghadirkan pendekatan baru yang dapat memperkuat pertumbuhan UMKM.
“Sebagai logistik, kita pasti akan support semua yang mendorong UMKM supaya bertumbuh, supaya dari daya beli juga bertumbuh,” kata Marketing Manager J&T Express, Albertus Stefan.
Sejauh ini, Toco mengklaim memiliki hampir lebih 500.000 seller dengan lebih dari 6,5 juta listing produk. Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi modal untuk memperluas program edukasi.
Ke depan, Toco Seller Academy akan menyasar kota-kota Tier 2 dan Tier 3 di Indonesia. Pasalnya wilayah tersebut dinilai membutuhkan dukungan lebih besar untuk meningkatkan daya saing usaha.
Perusahaan berharap program ini memberi pilihan baru bagi seller untuk berkembang secara mandiri. Toco juga menargetkan Seller Academy menjadi agenda rutin setiap bulan dan terus diperluas ke berbagai daerah.

