Produksi Migas PHI 2025 Lampaui Target, Cetak Rekor Pertama dalam 5 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), perusahaan hulu migas yang mengelola wilayah operasi Kalimantan, mencatat realisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025. Capaian tersebut menjadi yang pertama dalam 5 tahun terakhir dan memperkuat kontribusi perusahaan terhadap target produksi nasional serta ketahanan energi Indonesia.
Sepanjang 2025, rata-rata produksi minyak PHI mencapai 44,42 ribu barel per hari atau 107,29% dari target RKAP. Sementara itu, produksi gas tercatat mencapai 536,72 juta standar kaki kubik per hari atau 101,34% dari target yang ditetapkan perusahaan.
Baca Juga
Pertamina Gandeng ERIA Perkuat Strategi Transisi Energi ASEAN
Pencapaian tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Jakarta. Rapat dipimpin Komisaris Utama PHI Meidawati dan dihadiri jajaran komisaris, direksi, serta para pemegang saham perusahaan.
Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Muharram Jaya Panguriseng yang mewakili pemegang saham mayoritas memberikan apresiasi atas kinerja PHI sepanjang 2025. "Perusahaan berhasil menjaga kinerja keselamatan kerja, meningkatkan produksi dan lifting migas, sekaligus mengendalikan biaya operasi dan biaya produksi di bawah target yang ditetapkan," kata dia dikutip Kamis (4/6/2026).
Ia menegaskan bahwa pemegang saham tetap mendorong PHI untuk terus memperkuat berbagai upaya peningkatan produksi pada 2026 seiring meningkatnya pendapatan usaha perusahaan.
Selain mencatatkan produksi di atas target, PHI juga berhasil menambah cadangan migas terbukti atau 1P sebesar lebih dari 70 juta barel setara minyak. Angka tersebut mencapai lebih dari 193% dari target RKAP 2025. Peningkatan cadangan didukung oleh aktivitas operasional yang intensif sepanjang tahun. PHI menyelesaikan pengeboran 146 sumur pengembangan, 619 kegiatan workover atau perbaikan sumur, serta 9.783 kegiatan well service untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas lapangan migas.
Direktur Utama PHI Sunaryanto mengatakan kinerja produksi yang positif merupakan hasil komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional melalui investasi yang konsisten di sektor hulu migas.
“Di PHI, kami terus berinvestasi di industri hulu migas nasional sejalan dengan visi dan misi perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina (Persero) selaku subholding upstream dan holding untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” jelasnya.
Menurut Sunaryanto, perusahaan terus menjalankan investasi eksplorasi dan eksploitasi guna menjaga kesinambungan produksi migas dari wilayah Kalimantan. “Pencapaian produksi dan lifting migas yang naik pada 2025 merupakan hasil dari selective investment, inovasi filling the gap serta optimasi baseline dan well intervention,” imbuhnya.
Dalam 5 tahun terakhir, PHI telah melakukan pengeboran 13 sumur eksplorasi dan 517 sumur pengembangan untuk mendukung keberlanjutan produksi migas perusahaan.
Sunaryanto menegaskan seluruh kegiatan operasi migas dilakukan dengan mengedepankan keselamatan kerja, keamanan, serta keandalan operasi sebagai prioritas utama. Pendekatan tersebut menghasilkan lebih dari 32 juta jam kerja selamat sejak Mei 2025. Selain itu, PHI mencatat nihil number of accident atau tidak ada kecelakaan kerja yang tercatat selama periode tersebut.
Perusahaan juga membukukan Total recordable injury rate (TRIR) sebesar 0,14, lebih rendah dibandingkan batas toleransi 0,19. Di bidang lingkungan, PHI berhasil mendukung pengurangan emisi karbon lebih dari 215 kilo ton sepanjang 2025. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi PHI dalam mendukung agenda keberlanjutan dan penanganan perubahan iklim.
Dari sisi keuangan, auditor eksternal menyatakan laporan keuangan konsolidasi perusahaan telah menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas grup per 31 Desember 2025 sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. PHI juga mempertahankan tingkat kesehatan perusahaan pada peringkat AA+ dengan outlook stabil, yang mencerminkan kondisi keuangan dan operasional yang kuat.
Baca Juga
Produksi Migas PHI Lampaui Target Awal 2026, Minyak Tembus 122%
Dalam RUPST tersebut, manajemen juga memaparkan komitmen perusahaan terhadap program tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui community involvement and development (CID), yakni program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Sepanjang 2025, PHI menginvestasikan sumber daya pada 65 program CID yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah di sekitar wilayah operasi perusahaan di Kalimantan Timur.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan yang mencakup Zona 8, Zona 9, dan Zona 10. Wilayah tersebut menjadi salah satu kontributor penting bagi pasokan energi nasional dan upaya pemerintah menjaga ketahanan energi jangka panjang.

