Dorong Program Gentingisasi, Menteri Ara Sebut UMKM Sultra Berpeluang Raup Rp 7,2 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) mendorong pelaksanaan program gentingisasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai bagian upaya peningkatan kualitas rumah masyarakat sekaligus pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah.
Program ini dapat menciptakan perputaran ekonomi signifikan bagi UMKM di Sultra Rp 7,2 miliar.
Baca Juga
Kementerian PKP Mulai Program Gentingisasi pada Penataan Kawasan Kumuh Menteng
Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka di kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
"Sekarang yang dipersiapkan juga gentingisasi. Pak (presiden) Prabowo Subianto kan mendorong program gentingisasi, tujuannya supaya enggak pakai seng, supaya enggak panas. Tapi juga meningkatkan UMKM," kata Ara.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Tenggara Martin Effendi Patulak menyebut kapasitas produksi genting di daerahnya saat ini masih terbatas. "Untuk sementara atap genteng di kami produksinya masih kurang, Pak," ujar Martin.
Menanggapi hal tersebut, Maruarar meminta pemerintah daerah (pemda) Sultra mengkaji potensi pengembangan industri genting lokal. Ia memperkirakan kebutuhan material untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) alias bedah rumah tidak layak huni (RTLH) 10.000 unit tahun ini dapat menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi UMKM daerah.
"Kalau 10.000 rumah itu membutuhkan 3 juta genting. Satu genting harganya Rp 2.400, berarti Rp 2.400 x 3 juta (genting) sama dengan Rp 7,2 miliar," ujar Maruarar.
Baca Juga
Program Gentingisasi Digeber, BRI Siap Danai UMKM Produsen Genting
Ia menambahkan, kebutuhan genting tersebut sebaiknya dipenuhi dari produksi dalam daerah agar dapat menggerakkan ekonomi masyarakat Sulawesi Tenggara.
"Kalau bisa gentingnya jangan cari di luar. Ciptakan dari pemberdayaan rakyat di Sulawesi Tenggara sendiri. Jadi itu namanya menggerakkan ekonomi," tegas Menteri Ara.
Dalam pertemuan tersebut, Maruarar menyampaikan sejumlah program perumahan yang akan didorong di Sulawesi Tenggara, mulai dari kredit usaha rakyat (KUR) perumahan dengan target penyaluran Rp 500 miliar pada Agustus 2026, alokasi 20.000 rumah subsidi melalui KPR FLPP, hingga program renovasi rumah tidak layak huni yang ditargetkan mencapai 10.000 unit pada tahun ini.
