Dukung Ekonomi Nelayan, Pertamina Operasikan 404 SPBU Nelayan
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Patra Niaga telah berhasil mengoperasikan sebanyak 404 SPBU Nelayan (SPBUN) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan 64 SPBUN masih dalam tahap Pembangunan dan.
Manager Fuel Channel & Partnership PT Pertamina Patra Niaga Daniel Alhabsy menyatakan, Pertamina akan terus menambah jumlah SPBU Nelayan sebagai komitmen perusahaan dalam mendukung program Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hingga kini, sudah dioperasikan 1 SPBUN dari 11 lokasi.
Baca Juga
Pertamina Hulu Rokan Ancang-ancang Kembangkan Rantaubais, Investasi Capai Rp3,7 Triliun
“Kita sudah mendirikan kurang lebih 404 SPBU Nelayan yang sudah beroperasi dari Sabang sampai Merauke, dan 64 SPBU Nelayan lainnya masih dalam tahap pembangunan,” papar Daniel dalam Bincang Bahari edisi 11 melalui Zoom, Jakarta, Rabu (6/12/2023).
Selain mendorong pembangunan SPBUN, dia mengatakan, izin pembangunan sudah dipermudah. “Sebenarnya untuk mendirikan SPBUN flow-nya tidak sulit, kami cukup terbuka untuk mengidentifikasi koperasi-koperasi nelayan di Indonesia untuk mendirikan SPBUN ini,” terang Daniel.
Dia menambahkan, sebagian besar perizinan sudah dipermudah dengan sistem OSS (Online Single Submission) agar koperasi-koperasi tidak sulit mendapatkan izin tersebut. “Dengan Undang-Undang Cipta Kerja yang baru, perizinan ini dipermudah dengan sistem OSS, sehingga nanti sebagian besar perizinan bisa diurus secara online,” tambahnya.
Baca Juga
Siap Jadi Pemain Utama, Pertamina Incar Peluang Bisnis Penyimpanan Karbon di Indonesia
Terkait penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT), khususnya Solar dan Pertalite, Pertamina harus mendaftarkan terlebih dahulu ke BPH Migas, setelah itu akan dilaksanakan kontrak dengan calon mitra.
“Setelah semua dokumen perizinan dilengkapi, kami akan mengeluarkan persetujuan bangun untuk SPBUN dengan desain dan standar tertentu. Hanya saja kuota BBM subsidi yang disalurkan ditentukan terlebih dahulu oleh BPH Migas dan kemudian disalurkan Pertamina,” jelas Daniel. (CR-3)

