Telkom (TLKM) Dorong Kedaulatan Teknologi, Ingatkan Risiko Ketergantungan pada Model AI Asing
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Telkom Indonesia (TLKM) menyoroti pentingnya sovereign AI atau AI berdaulat sebagai fondasi baru daya saing ekonomi nasional. Hal ini disampaikan dalam diskusi bertajuk “Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia” di Menara Telkom, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Managing Director Gen AI Lead, Sovereign AI Lead for Accenture APAC, Kunal Shah mengatakan, penguasaan AI kini menjadi isu strategis global. Menurutnya, sekitar 70% model AI saat ini dibangun di Amerika Serikat dan 25% di China, sehingga banyak negara mulai mendorong strategi kedaulatan teknologi.
“Tanpa strategi kedaulatan nasional, AI bangsa Anda akan dibangun, dikelola, dan dihargai oleh pihak luar,” kata Kunal.
Kunal menyebut pasar sovereign AI global kini mencapai US$ 1,5 triliun. Berdasarkan riset terhadap 2.000 organisasi di 97 negara, sebanyak 61% responden mengaku faktor geopolitik memengaruhi keputusan mereka dalam memilih teknologi dan infrastruktur digital.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji menambahkan, Indonesia perlu membangun AI yang sesuai dengan kepentingan nasional dan karakter lokal.
Diketahui, Telkom bersama Danantara kini mendorong pengembangan tiga platform utama, yakni sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cyber security melalui inisiatif “AdyaChakra”. Menurutnya, aspek kedaulatan teknologi harus mencakup penguasaan data, operasional sistem, keamanan, hingga yurisdiksi nasional.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Dorong AI Berdaulat, Keker Potensi Besar Pasar Sovereign AI
“Data itu harus reside di Indonesia. Kemudian bagaimana kita memastikan operability itu within our control,” ungkapnya
Sementara itu, Direktur Jendral Ekosistem Digital Kemenkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah mengingatkan, ketergantungan terhadap AI asing berisiko mengikis identitas budaya Indonesia.
Edwin menilai pengembangan large language model (LLM) nasional penting untuk menjaga karakter lokal dari lebih 700 etnis di Indonesia.
Sedangkan dari sisi keamanan, Deputi VI Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas mengungkapkan, Indonesia mencatat 5,2 miliar anomali trafik internet sepanjang Januari-November.
Menurutnya, ancaman terbesar bukan hanya serangan teknis, tetapi juga rendahnya kesadaran keamanan digital di internal organisasi.
Sebagai pengingat, Telkom masih berada pada tahap conceptual design untuk proyek AdyaChakra. Perseroan berharap dapat menampilkan showcase awal proyek tersebut pada 17 Agustus mendatang sebelum masuk tahap pembangunan riil.

