Bagikan

Prabowo Minta Jajarannya Tak Ganggu Pengusaha, dan Buruh Jangan Terus Menuntut

Poin Penting

Presiden Prabowo tegas melarang oknum birokrat mengganggu dan memeras para pengusaha.
Tertibkan Birokrasi: Para menteri diinstruksikan menindak birokrat nakal yang memperlambat izin usaha hingga dua tahun.
Keseimbangan Kerja: Prabowo mengimbau buruh tidak menuntut berlebihan mengingat beban berat kredit perbankan pengusaha.

JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi iklim investasi dengan menginstruksikan seluruh jajarannya agar tidak mengganggu atau memeras para pelaku usaha.

Dalam pidatonya pada Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Ruang Sidang Paripurna DPR, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo membandingkan lambatnya proses perizinan di Indonesia dengan negara tetangga. Beliau menilai efisiensi birokrasi di dalam negeri masih sangat tertinggal dan perlu segera dibenahi secara total.

"Jangan pengusaha diperas terus, jangan pengusaha diganggu. Kalau Malaysia bisa bikin izin dalam dua minggu, kenapa kita izinnya dalam dua tahun? Memalukan," kata Presiden Prabowo di hadapan para anggota parlemen.

Demi menciptakan iklim usaha yang kondusif, pemerintah kata Prabowo juga berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh pada institusi dan memotong rantai birokrasi yang berbelit-belit. Presiden Prabowo meminta jajaran aparatur sipil negara di tingkat bawah patuh pada regulasi pusat dan tidak membuat aturan turunan yang justru membebani dunia usaha.

"Sudah perintah Presiden, perintah menteri, di bawah bikin lagi dia. Diolah lagi, peraturan menteri lah, peraturan teknis lah, rekomendasi lah. Akal-akalnya itu. Saya ingatkan ya, semua menteri tertibkan birokrasimu ke bawah," jelas Kepala Negara.

Baca Juga

Prabowo: Danantara Percepat Industrialisasi, RI Harus Bisa Produksi Mobil hingga Handphone Sendiri

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan para menteri untuk mewaspadai siasat dari oknum birokrat nakal yang kerap memanfaatkan celah kelengahan pimpinan demi meloloskan kepentingan tertentu. Beliau bahkan membeberkan salah satu pola yang sering terjadi di lingkungan kerja pemerintahan saat jam kerja akan berakhir.

"Karena para birokrat itu pengalamannya lama. Ketika kamu sudah capek, dia minta tanda tangan. Benar? Ini banyak dari Golkar yang senyum, ini banyak pengalamannya," ucap Presiden Prabowo yang disambut gelak sejumlah anggota dewan.

Demi menjaga roda perekonomian tetap berputar seimbang, Kepala Negara juga menekankan pentingnya sinergi yang harmonis antara sektor usaha dan tenaga kerja. Beliau mengimbau para buruh untuk memahami beban berat yang dipikul oleh pelaku usaha, terutama dalam menjaga arus kas dan menyelesaikan kewajiban finansial.

"Saya ingatkan buruh, jangan kau minta terus. Pengusaha-pengusaha juga kerja keras pusing juga mereka, harus bayar kredit ke bank," tutur Presiden Prabowo mengingatkan.

Sebagai bentuk komitmen kebersamaan, pemerintah membuka ruang dialog bagi para pengusaha yang menghadapi kendala operasional, sembari tetap menyiapkan jaring perlindungan sosial bagi masyarakat. Kendati demikian, bantuan atau insentif fiskal yang diberikan dipastikan bersifat temporer agar tidak mengganggu postur pendapatan negara.

"Kita terbuka. Kalau ada pengusaha yang sulit laporkan ke kita, kalau dia minta penurunan tarif ya kita bantu untuk sementara, jangan terus menerus penurunan pajak," pungkas Presiden Prabowo.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024