Polri Panen 3,9 Juta Ton Jagung di 2025, Ekspor Perdana ke Malaysia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia mengklaim berhasil merealisasikan penanaman jagung seluas 661.112 hektare sepanjang 2025. Dari lahan tersebut, produksi panen mencapai 3,9 juta ton jagung.
Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menyebut program tersebut turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional 2025 sebesar 6,74% atau sekitar 1,8 juta ton.
"Pada kuartal kedua 2026, panen raya dilakukan di lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil mencapai 1,23 juta ton," ungkap Kapolri di depan Presiden Prabowo saat acara Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Lebih lanjut, Listyo menyebut sebanyak 100 ton jagung hasil panen juga akan diekspor ke Malaysia. Jagung yang dibeli koperasi dari petani seharga Rp 6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia Rp 7.000 per kilogram.
Baca Juga
Kendarai Traktor, Prabowo Turun Langsung Panen Jagung di Tuban
“Dengan demikian diperoleh margin keuntungan sebesar Rp 500 per kilogram,” ujar perwakilan Polri dalam sambutannya.
Sekadar informasi, pada kesempatan itu panen dilakukan di lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare. Potensi hasil panen diperkirakan mencapai 600 ton dan seluruh hasil akan diserap Bulog untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Polri juga mengembangkan berbagai inovasi pertanian, mulai dari pupuk presisi berbasis batubara hingga teknologi pengering jagung bergerak. Selain itu, Polri bekerja sama dengan Himbara untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat kepada petani jagung.
Kapolri menyampaikan, hingga kini, sebanyak 714 kelompok tani binaan Polri di 42 polres dan delapan Polda telah memanfaatkan fasilitas KUR dengan total pinjaman mencapai Rp 30,3 miliar.

