KNKT Dalami 'Black Box' Taksi Green SM dalam Investigasi Kecelakaan KA Bekasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap perkembangan investigasi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Jabodetabek di Stasiun Bekasi Timur telah memasuki tahap pemeriksaan data dari perangkat perekam atau black box milik taksi Green SM.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan, tim investigasi masih terus mengumpulkan data di lapangan, termasuk pengujian pada sistem persinyalan, lintasan, dan komunikasi.
Baca Juga
Pengguna LRT Jabodebek Tembus 127.089 Orang Pasca-Insiden Kereta di Bekasi
“Jadi, kami masih dalam taraf pengumpulan data-data di lapangan, dan ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintasan, kemudian di komunikasi kita lagi pengumpulan data-datanya,” kata Soerjanto saat ditemui di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut dia, KNKT juga telah memperoleh sebagian data dari lokasi awal insiden yang melibatkan taksi Green SM sebelum memicu rangkaian kejadian di lintasan kereta. “Sebagian data sudah kami peroleh, tetapi kami juga perlu mengklarifikasi lagi dengan pengemudinya. Nanti kalau data yang di mobil taksi itu kan ada black box-nya juga,” ujar Soerjanto.
Soerjanto menjelaskan, saat ini KNKT tengah melakukan proses pengunduhan data dari perangkat tersebut untuk selanjutnya dianalisis lebih lanjut. “Ini lagi kita unduh nanti setelah kita evaluasi dan nanti kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitar itu apa yang terjadi di taksi green itu,” terang dia.
Selain data dari kendaraan, KNKT juga memeriksa rekaman CCTV dan perangkat perekam data dari kereta api untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan tambahan terhadap pihak-pihak terkait.
Baca Juga
Stasiun Bekasi Timur Kembali Layani Penumpang, Perjalanan KRL Bekasi–Cikarang Normal
“Kan kita buka di kereta itu ada CCTV, ada yang pakai data semacam black box-nya, dan nanti tergantung dari hasil evaluasi dari data-data tersebut apakah kita perlu minta konfirmasi atau keterangan lebih lanjut dari orang-orang yang berkaitan dengan masalah itu,” jelas Soerjanto.
Terkait target penyelesaian investigasi, KNKT belum dapat memastikan waktunya karena masih terdapat data digital yang belum berhasil dibuka. “Kalau gampang bukanya ya cepat (selesai hasil investigasinya). Tapi kadang-kadang kan digital itu juga susah. Kami belum bisa tentukan karena masih ada data-data yang belum bisa kita buka,” tutur Soerjanto.

