Pemerintah Siapkan 186 'Flyover' dan 'Underpass' Kereta Senilai Rp 4 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyebut pemerintah menyiapkan pembangunan sekitar 186 flyover dan underpass di pelintasan sebidang kereta api nasional. Namun, kesiapan lahan disebut menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Dody menyebut, sebagian proyek telah dikerjakan, sementara sekitar 130 pelintasan lainnya masih menunggu proses pembangunan. “Nasional itu sekitar 186-an, dan sebagian sudah kami kerjakan, tinggal 130-an yang belum kami kerjakan,” ungkap dia di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut Dody, pembangunan flyover dan underpass dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di pelintasan sebidang kereta api.
Baca Juga
AHY Ungkap Pembangunan 14.000 Km Rel Kereta Butuh Rp 1.200 Triliun
Ia menjelaskan, tantangan terbesar dalam pembangunan proyek tersebut berada pada penyediaan lahan yang menjadi kewajiban pemerintah daerah (pemda). Dody menilai lahan di sekitar pelintasan sebidang umumnya berada di kawasan strategis dengan harga tinggi. “Lahan itu kewajibannya pemda, karena pelintasan sebidang itu rata-rata lahan prime, mahal banget pasti (pembebasan lahannya),” ucap dia.
Dody mencontohkan proyek flyover di Bekasi Timur yang memerlukan dukungan pemda setempat dalam proses pembebasan lahan agar pembangunan dapat segera dilaksanakan.
Selain flyover, pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan underpass di sejumlah titik. Namun, bentuk pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi lokasi dan kesiapan lahan.
“Mostly paling gampang flyover. Kalau underpass agak susah. Namun, belum tentu flyover semua, tergantung kondisi tempat dan kesiapan lahannya,” papar Dody.
Pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk mendukung pembangunan flyover dan underpass di pelintasan sebidang. Anggaran bernilai triliunan itu disebut masih bersifat blanket dan akan digunakan setelah lahan serta desain proyek dinyatakan siap. “Kalau lahannya sudah siap, desain siap, baru kita minta bagian dari Rp 4 triliun itu,” kata Dody.
Baca Juga
Berbahaya! KAI Imbau Masyarakat Tidak Beraktivitas di Jalur Rel Kereta
Dody menambahkan, pemerintah akan menentukan proyek prioritas bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan stakeholder terkait lainnya dengan fokus pada pelintasan sebidang yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk membenahi 1.800 perlintasan kereta api di Pulau Jawa. Prabowo menganggarkan sekitar Rp 4 triliun untuk membangun pos penjagaan hingga flyover di ribuan perlintasan tersebut. Perintah ini disampaikan Prabowo seusai menjenguk para korban kecelakaan kereta yang dirawat di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026) lalu.

