SIAL InterFOOD 2026 Bidik 20 Ribu Pebisnis, Indonesia Siap Jadi Hub Industri F&B ASEAN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - SIAL InterFOOD 2026 membidik sekitar 20 ribu pengunjung profesional dari sektor makanan dan minuman (F&B) global. Pameran ini dinilai bakal memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat bisnis industri pangan di kawasan Asia Tenggara.
CEO of the Food and Beverage Division at Comexposium, Rodolphe Lameyse mengatakan, Indonesia kini menjadi pasar strategis bagi industri makanan dan minuman dunia. Menurutnya, Indonesia bukan hanya pasar domestik besar, tetapi juga gerbang utama perdagangan pangan di ASEAN.
“Indonesia bukan hanya pasar domestik yang besar, tetapi juga gerbang utama bagi industri makanan dan minuman di seluruh wilayah,” ujar Rodolphe secara virtual dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ajang ini akan digelar pada 4-6 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Seven Event selaku penyelenggara menilai tren geopolitik global dan perubahan rantai pasok dunia membuka peluang besar bagi Indonesia.
SIAL InterFOOD sendiri diposisikan sebagai platform business-to-business (B2B) untuk mempertemukan eksportir, importir, distributor, hingga investor. CEO Seven Event, Andy Wismarsyah mengatakan, fokus utama acara ini adalah memperkuat kualitas buyer dan business matching.
"Sektor yang diprioritaskan mulai dari frozen food, kopi, teh, hingga teknologi pengolahan pangan. Kami ingin eksibitor dapat terhubung langsung dengan pembeli potensial menjadi produk serta teknologi baru,” kata Andi kepada awak media.
Selain memperkuat transaksi bisnis, pameran juga diarahkan untuk mendorong ekspor produk lokal. Penyelenggara berharap pelaku industri Indonesia bisa naik kelas dan menembus pasar internasional melalui jaringan global SIAL.
Baca Juga
Menperin: Industri Makanan Minuman Tumbuh 6,49%, Beri Kontribusi Terbesar ke PDB Manufaktur

