Klook Gandeng Garuda dan Injourney, Hadirkan Ekosistem Wisata Digital Terintegrasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Platform perjalanan dan pengalaman wisata, Klook, menjalin kolaborasi strategis dengan maskapai Garuda Indonesia dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih terintegrasi melalui penguatan ekosistem digital pariwisata nasional.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran fitur “Garuda Indonesia Things to Do” yang tersedia di aplikasi FlyGaruda dan situs resmi Garuda Indonesia. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat melakukan pemesanan tiket penerbangan sekaligus mengakses berbagai aktivitas wisata dan atraksi di destinasi domestik maupun internasional dalam satu platform.
Baca Juga
Hadapi Piala AFF U-19 2026, Garuda Muda Bakal Panggil Pemain Diaspora
General Manager Singapore, Indonesia, Malaysia dan Thailand Klook, Sarah Wan menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi perusahaan dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan relevan bagi wisatawan.
“Kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Garuda Indonesia dan InJourney sebagai bagian dari ekosistem strategis pariwisata nasional. Seiring dengan perubahan perilaku traveler yang kini menginginkan kemudahan dalam merencanakan perjalanan secara end-to-end, Klook berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan memperluas kolaborasi guna menciptakan pengalaman wisata yang lebih praktis dan personal,” kata Sarah di Hotel Langham, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Melalui jaringan global yang dimiliki, lanjut Sarah, Klook menghadirkan jutaan aktivitas dan pengalaman wisata di berbagai destinasi dunia untuk membantu wisatawan menikmati pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan terintegrasi.
Sementara itu, Miles & Ancillary Group Head Garuda Indonesia, Purwa Adi Gurnita mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Garuda Indonesia dalam memperkuat ekosistem layanan digital FlyGaruda sebagai one-stop travel platform.
“Melalui fitur Garuda Things To Do ini, kami ingin menghadirkan kemudahan bagi para pengguna jasa untuk menikmati beragam atraksi dan aktivitas wisata, baik di destinasi domestik maupun internasional, secara praktis dalam satu aplikasi,” ujar Purwa Adi.
Ia menambahkan, setiap transaksi melalui fitur tersebut juga memberikan tambahan GarudaMiles yang dapat dikumpulkan dan ditukarkan dengan berbagai benefit perjalanan.
Selain itu, kerja sama Klook dan Injourney juga diarahkan untuk memperluas promosi destinasi Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara melalui kanal digital global.
VP Commercial Partnership & Ecosystem Injourney, Veronica Misako Abimanyu menyampaikan, kerja sama ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar pariwisata digital.
“Kolaborasi bersama Klook menjadi langkah penting untuk memperkuat promosi destinasi Indonesia secara lebih targeted, digital, dan berbasis pengalaman. Dengan jangkauan platform Klook, kami berharap destinasi dan produk wisata Indonesia semakin mudah ditemukan, dipilih, dan dinikmati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara,” tutur Veronica.
Melalui kolaborasi tersebut, Injourney dan Klook juga akan menghadirkan kampanye promosi terpadu melalui aktivasi digital, kolaborasi dengan KOL dan influencer, hingga promosi berbagai aktivitas wisata dan pengalaman lokal di platform Klook.
Baca Juga
Menko Polkam Tekankan Disiplin dan Kesiapan Prajurit Garuda Jalankan Misi Perdamaian PBB
Sebagai gambaran, Badan Pusat Statistik (BPS) membukukan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan atau meningkat 10,50% dibandingkan dengan Maret 2025 sebesar 984.769 kunjungan. Secara year to date (ytd), kunjungan wisatawan mancanegara pada kuartal I/2026 meningkat 8,62% dibandingkan kuartal I/2025.
BPS juga telah merilis rerata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan atau average spending per arrival (ASPA) untuk kuartal I/2026 yakni sebesar US$ 1.345,61 atau setara dengan Rp 22,87 juta (asumsi kurs Rp 16.992 per dolar AS). Angka ini menandai pencapaian yang sangat signifikan dengan pertumbuhan 5,36% secara year on year (yoy).

