Instagram Hapus Enkripsi End-to-End di DM, Ini Bahaya Bagi Pengguna
JAKARTA, investortrust.id - Meta resmi menghapus fitur end-to-end encryption (E2EE) atau enkripsi penuh pada direct message (DM) Instagram mulai 8 Mei 2026. Dengan perubahan ini, pesan pengguna tidak lagi menggunakan sistem perlindungan privasi tingkat tinggi seperti sebelumnya.
Dilansir dari Euro News, Senin (11/5/2026), Pesan Instagram kini kembali memakai standar enkripsi biasa. Artinya, Meta berpotensi dapat mengakses isi pesan, termasuk foto, video, dan voice note bila diperlukan.
Baca Juga
Akun Instagram Hilang, Ahmad Dhani Konsultasi dengan Bareskrim Polri
Sekadar informasi, end-to-end encryption merupakan sistem keamanan yang membuat hanya pengirim dan penerima dapat membaca isi pesan. Teknologi ini menjadi fitur utama di aplikasi seperti WhatsApp, Signal, Facebook Messenger, dan iMessage milik Apple.
Meta sebenarnya telah mendorong penggunaan E2EE sejak 2019. Perusahaan juga sudah menerapkan sistem tersebut secara penuh di Facebook Messenger pada 2023.
Namun, penggunaan enkripsi penuh memicu kekhawatiran sejumlah pemerintah dan organisasi perlindungan anak. Mereka menilai sistem tersebut dapat menyulitkan penegakan hukum dalam mengusut kasus kejahatan digital dan eksploitasi anak.
Meta menyebut penghentian fitur dilakukan karena tingkat penggunaan yang rendah. Selama ini, fitur pesan terenkripsi di Instagram memang hanya tersedia sebagai opsi tambahan dan belum menjadi pengaturan default.
Di sisi lain, keputusan tersebut memunculkan kekhawatiran baru soal privasi pengguna. Penghapusan enkripsi dinilai bisa mempermudah pemrosesan isi pesan untuk kebutuhan fitur kecerdasan buatan (AI) maupun iklan tertarget.
Di sisi lain, Meta sebelumnya membantah direct message pengguna digunakan untuk melatih sistem AI perusahaan. Klarifikasi itu disampaikan perusahaan setelah muncul berbagai spekulasi terkait pemanfaatan data pesan pribadi.
Baca Juga
"Bagi pengguna yang sebelumnya mengaktifkan fitur E2EE, Meta menyediakan opsi untuk mengunduh pesan dan media yang ingin disimpan," tulis keterangan perusahaan.
Selain itu, pengguna juga disarankan tidak membagikan data sensitif melalui Instagram DM. Sejumlah pengamat juga mengimbau masyarakat menggunakan platform dengan E2EE aktif secara default untuk percakapan penting.
Sementara untuk informasi seperti data perbankan, kode OTP, dan dokumen pribadi dinilai lebih aman dikirim lewat layanan dengan perlindungan privasi penuh.

