Pertanian Jadi Penopang Utama Ekonomi Indonesia Kuartal I-2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Sektor pertanian kembali menunjukkan peran strategis sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026. Pertumbuhan sektor pertanian yang kuat dinilai mempertegas posisi pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional sekaligus sektor yang relatif tahan terhadap gejolak global.
Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kadin Indonesia Devi Erna Rachmawati mengatakan sektor pertanian Indonesia tumbuh sekitar 4,97% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I-2026. Menurut Devi, kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 12,67%, menjadikannya sektor terbesar ketiga dalam struktur ekonomi nasional setelah industri pengolahan dan perdagangan.
Baca Juga
Kemenkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 5,5%, Pertanian dan Manufaktur Menguat
“Pertanian semakin strategis untuk ketahanan pangan, tetap tahan terhadap gejolak global, dan menjadi salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Devi dalam keterangannya yang diterima Investortrust, Minggu (10/05/2026). Devi yang juga Ketua Umum Himpunan NEXTANI Indonesia menjelaskan, pertumbuhan sektor pertanian turut menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan yang mencapai 5,61% pada kuartal I-2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga
Moncernya Pertumbuhan Lapangan Usaha Pertanian dan Konstruksi Berkaitan dengan MBG
Ia mengatakan, pertumbuhan sektor pertanian pada awal tahun ini terutama didorong oleh panen raya padi dan jagung yang meningkatkan produksi tanaman pangan nasional. Selain itu, dukungan pemerintah melalui subsidi pupuk, perbaikan irigasi, program ketahanan pangan, serta implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memperkuat kinerja sektor tersebut.
Di sisi lain, peningkatan permintaan domestik selama Ramadan dan Idulfitri juga menjadi faktor yang mempercepat pertumbuhan sektor pertanian pada triwulan pertama tahun ini. “Tanaman pangan menjadi motor utama pertumbuhan pertanian karena momentum panen raya,” ujar Devi.
Baca Juga
Pemerintah Yakin Impor Pertanian dari AS Tak Ganggu Produksi Dalam Negeri
Ia menjelaskan, subsektor tanaman pangan mencatat pertumbuhan paling menonjol sekitar 7,58% pada kuartal I-2026. Sementara subsektor peternakan dan hortikultura juga menunjukkan tren pertumbuhan positif. Menurut Devi, perbaikan infrastruktur pertanian, terutama lahan irigasi, menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sektor pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian global.
Ia menilai, capaian sektor pertanian pada awal 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk terus memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus menjaga daya tahan ekonomi domestik.
Karena itu, kata Devi, penguatan sektor pertanian perlu terus didorong melalui modernisasi pertanian, penguatan infrastruktur pangan, peningkatan produktivitas petani, serta pengembangan hilirisasi dan agroindustri berbasis pangan. “Pertanian bukan hanya soal pangan, tetapi juga soal stabilitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan ketahanan nasional,” ujar Devi.

