Andy Rachmianto dan Jembatan Dagang Baru di Benua Biru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Andy Rachmianto melepaskan jabatan lamanya sebagai Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Dia ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Luxemburg, dan Uni Eropa.
Sebagai bentuk penghormatan tugas baru Andy, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar pelepasan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat. Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James Riady memuji peran Andy dalam diplomasi.
“Pak Andy bisa santai sedikit tanpa perlu memeriksa di mana semua orang harus berdiri, duduk, berjalan atau senyum,” kata James, mengawali pidatonya, Sabtu (10/5/2026).
Menurut James, sosok Andy bertugas untuk mengurus berbagai detail di balik layar perhelatan diplomatik. Dia harus mengatasi berbagai kemungkinan yang dapat menimbulkan riak di dalam hubungan diplomatik. Misalnya, kesalahan posisi bendera negara, posisi duduk, hingga iring-iringan tamu diplomatik.
“Kesalahan dalam urutan protokol, terlambatnya mobil, kesalahan menempatkan bendera, salah kalimat yang terucap, bisa menciptakan headline, tensi, atau terkadang insiden diplomatik,” kata dia.
James mengatakan bahwa Andy bekerja dengan ketenangan dan keberanian. Andy bekerja layaknya wasit yang tegas dalam pertandingan sepakbola.
Baca Juga
Sambut Indonesia-EU CEPA, Mendag Ajak Kadin Garap Pasar Uni Eropa
“Pak Andy adalah seorang yang membangun persahabatan, seseorang yang membuat nyaman, dan seseorang yang dengan tenang membangun kepercayaan. Dan di dunia hari ini, kepercayaan menjadi salah satu aset yang langka dan paling berharga,” ujar dia.
Kesan mendalam Andy juga dirasakan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. Menurutnya, sosok seperti Andy jarang diketahui publik. Andy bekerja laiknya seorang seniman yang mengatur jalannya gelaran diplomatik.
“Ini memastikan Indonesia posisi, profesionalisme, dan kebanggaan terwakili,” kata Anindya.
Anindya berterima kasih karena peran Andy ketika di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss hingga pertemuan dengan komunitas bisnis di berbagai negara.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi mengatakan banyak muncul pertanyaan terhadapnya ketika Andy ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Uni Eropa.
Denis berharap keberadaan Andi dapat menjawab berbagai hubungan dan masa depan Uni Eropa dan Indonesia. “Jadi (tugas) ini adalah pujian terbaik yang kita dapatkan untuk masa depan hubungan Uni Eropa dan Indonesia,” ujar dia.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Timor Leste, dan Asean, Marc Gerritsen menanti kerja sama yang dibangun Andy untuk menuntaskan Indonesia European Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA.
Baca Juga
“IEU CEPA adalah yang paling penting dan dalam bertahun-tahun mendatang, Anda akan ada di Brussel dan kita berharap sukses bagi kita semua,” ucap Marc.
Peran penting Andy
Andy mengatakan penyelesaian IEU-CEPA akan menjadi prioritas dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
“Saya rasa ini akan menjadi KPI (Key Performance Indicator) utama saya,” ujar Andy.
Untuk itu, dia berharap dukungan penuh dari Kadin Indonesia. Sebab, menurut Andy, Kadin Indonesia diisi oleh pengusaha yang berkomitmen tinggi dan pekerja keras. Bahkan, Andy menyebut Kadin Indonesia diisi pelobi ulung.
“Kenapa? Karena saya selalu bertemu Pak Anin, Pak James (Riady), Ibu Shinta (Kamdani) dan beberapa orang di ruangan ini di sebuah lobi hotel tempat presiden beristirahat,” ujar dia.
“Mereka sabar dan pekerja keras untuk diperkenalkan,” tambah dia.
Sementara Anindya menyampaikan pihaknya menantikan kerja sama perdagangan yang datang dari Brussels di kemudian hari dan tahun-tahun mendatang.
“Ini menjadi peran penting saat Indonesia dan Uni Eropa memasuki sebuah era baru dalam kerja sama. Dan kerja sama tidak hanya bagi Uni Eropa dan Indonesia, tapi bagi seluruh dunia,” ujar Anindya.
Sedang Denis mengatakan, pesan yang muncul ketika Andy ditugaskan sebagai duta besar Uni Eropa yaitu perannya menyelesaikan sejumlah persoalan krusial. Salah satunya, IEU-CEPA. Sebab, berdasarkan portofolionya, Andy pernah bertugas di ASEAN, PBB, dan Kedutaan Besar Yordania.
“Jadi, melihat semua hal yang telah dipilih Pak Andy dalam karirnya, itu semua hal yang krusial untuk Indonesia,” ujar dia.

