326,8 Juta Orang di Asia Pegang Aset Kripto, Terbanyak di Antara Seluruh Benua
JAKARTA, investortrust.id - Asia menguasai pasar aset kripto saat ini dengan jumlah kepemilikan kripto mencapai 326,8 juta. Hal ini sekaligus menunjukkan juga jumlah pemilik kripto di dunia pada tahun 2024 mengalami lonjakan signifikan, meningkat menjadi 562 juta dari 420 juta pada tahun sebelumnya. Peningkatan adopsi sebesar 33% ini menunjukkan tumbuhnya minat dan kepercayaan terhadap aset kripto di berbagai belahan dunia.
Mengutip Triv, Kamis (6/6/2024), menurut laporan “The State of Global Cryptocurrency Ownership in 2024” oleh Triple-A, sekitar 6,8% populasi dunia kini memiliki dan menggunakan aset kripto. Setiap benua menunjukkan pertumbuhan yang pesat, dengan Asia memimpin peningkatan ini.
Asia: Pemimpin Global dalam Kepemilikan Kripto
Kepemilikan mata uang kripto di Asia meningkat dari 268,2 juta menjadi 326,8 juta, naik 21,8%. Faktor utama yang mendorong peningkatan ini adalah penggunaan teknologi blockchain dalam berbagai aspek industri dan kerangka peraturan yang jelas. Negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan berperan penting dalam adopsi yang tinggi ini, berkat investasi besar dalam teknologi dan regulasi yang mendukung.
Baca Juga
Amerika Utara: Lonjakan Investasi Institusional
Di Amerika Utara, jumlah pemilik kripto melonjak 38,6% dari 52,1 juta menjadi 72,2 juta. Lonjakan ini didorong oleh investasi institusional yang signifikan dan budaya kemajuan teknologi yang kuat. Adopsi pembayaran digital semakin meluas, didukung oleh perusahaan-perusahaan besar yang mulai menerima kripto sebagai alat pembayaran.
Afrika: Inklusi Keuangan dan Efisiensi Transaksi
Afrika mengalami peningkatan kepemilikan kripto dari 40,1 juta menjadi 43,5 juta. Pertumbuhan moderat ini didorong oleh kemampuan kripto untuk memberikan inklusi keuangan kepada masyarakat yang tidak memiliki akses ke bank tradisional. Kripto juga dianggap sebagai media pertukaran dan pengiriman uang yang lebih hemat biaya dan efisien.
Eropa: Harmonisasi Regulasi dan Literasi Digital
Kepemilikan kripto di Eropa tumbuh 60,3% dari 30,7 juta menjadi 49,2 juta. Peningkatan ini didukung oleh upaya untuk membentuk lanskap peraturan aset kripto yang harmonis dan meningkatkan kepercayaan pengguna. Literasi digital yang tinggi di Eropa juga memainkan peran penting dalam adopsi kripto yang meningkat di wilayah ini.
Baca Juga
Turun Signifikan, Biaya Lisensi Bursa Kripto di Hong Kong Kini Jauh Lebih Terjangkau
Amerika Selatan: Respon Terhadap Ketidakstabilan Ekonomi
Amerika Selatan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 116,5% dari 25,5 juta menjadi 55,2 juta. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh ketidakstabilan ekonomi di wilayah tersebut, yang mendorong masyarakat untuk beralih ke kripto sebagai tempat penyimpanan nilai yang lebih stabil di tengah fluktuasi ekonomi.
Oseania: Pertumbuhan Eksponensial dari Basis Kecil
Oseania mencatat kepemilikan kripto yang paling sedikit, tetapi jumlahnya naik dua kali lipat dari 1,4 juta menjadi 3 juta. Peningkatan ini dapat dikaitkan dengan peningkatan pendidikan tentang mata uang digital, kemajuan teknologi dalam blockchain, insentif ekonomi, dan regulasi yang lebih jelas.

