Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61%, Ketua Kadin: Peluang Investasi di Daerah Makin Besar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie menilai, konsistensi pertumbuhan ekonomi di angka 5,61% pada Kuartal I-2026 menjadi modal penting untuk menarik investasi dan membuka peluang rantai pasok baru.
Anin mengatakan, kondisi tersebut membuat Indonesia tetap dipandang stabil oleh investor dan mitra dagang internasional. Ia menyebut angka itu juga didorong oleh konsumsi domestik dan realisasi investasi yang tetap kuat.
“Kita mencatat bahwa pertumbuhan 5,61% itu adalah pertumbuhan yang patut diapresiasi. Tadi juga disampaikan oleh Pak Menteri Rosan bahwa pertumbuhan investasi kita sangat sehat, Rp 500 triliun di kuartal pertama,” ujar Anin usai menghadiri Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, peluang investasi tidak hanya datang dari proyek-proyek besar, tetapi juga mulai menyebar ke berbagai daerah. Karena itu, kehadiran Kadin provinsi dinilai penting untuk memperluas kerja sama investasi dan perdagangan dengan negara mitra.
Baca Juga
Rosan Apresiasi Peran Kadin Perkuat Kepercayaan Investor di Konflik Geopolitik
“Investasi itu tidak semuanya harus mega proyek, tetapi banyak sekali investasi di daerah. Teman-teman Kadin provinsi juga ingin bekerja sama baik untuk investasi maupun perdagangan dengan negara sahabat,” katanya.
Anin menilai forum komunikasi seperti yang digelar Kadin menjadi penting untuk membuka peluang rantai pasok baru di tengah perubahan ekonomi global. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis karena dianggap cukup konsisten dan stabil dibanding banyak negara lain.
“Dalam kondisi seperti ini yang paling penting bukan yang paling besar dan bukan juga yang paling ribut, tetapi yang paling konsisten. Indonesia terlihat pertumbuhannya cukup konsisten dari kuartal ke kuartal,” ujarnya.
Ketua Kadin Indonesia itu juga menyoroti peluang hilirisasi komoditas nasional mulai dari sawit, batu bara, hingga nikel. Menurutnya, Indonesia harus mulai mendorong ekspor produk bernilai tambah agar manfaat ekonomi lebih besar dirasakan di dalam negeri.
“Kita punya komoditas yang bisa ditingkatkan bukan saja untuk ekspor, tetapi juga untuk hilirisasi. Ini kesempatan besar bagi Indonesia,” tutup Anin.
Sekadar informasi, acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast kali ini dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani. Hadir pula pelaku usaha, duta besar negara sahabat, hingga perwakilan Kadin daerah dari berbagai wilayah Indonesia.

