Bagikan

UMKM Bikin Website Sendiri? Simak Tips Aman dari Ancaman Siber

Poin Penting

UMKM wajib rutin memperbarui sistem, aplikasi, dan kode program untuk menutup celah keamanan. ​
Gunakan WAF, anti-malware, dan amankan perangkat seluler yang mengakses dashboard bisnis. ​
Rutin mencadangkan data sebagai langkah pemulihan cepat guna menjaga kepercayaan pelanggan.

JAKARTA, investortrust.id - Maraknya UMKM membangun website sendiri setelah mulai mengurangi ketergantungan pada marketplace dinilai membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih besar. Namun di saat yang sama, langkah tersebut turut meningkatkan risiko ancaman siber.

CTO ESET Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan, masih banyak UMKM yang menganggap website hanya sebagai sarana transaksi online biasa. Padahal, website bisnis yang terhubung dengan sistem pembayaran digital membutuhkan perlindungan berlapis dan pemeliharaan rutin.

Menurut Yudhi, langkah paling dasar yang harus dilakukan UMKM adalah memastikan website dan server selalu diperbarui secara berkala. Ia menilai banyak pelaku usaha lupa bahwa sistem operasi, aplikasi, hingga kode program memiliki celah keamanan yang harus terus ditutup melalui update dan maintenance.

Baca Juga

Ruijie Hadirkan Jaringan Enterprise Terjangkau untuk UMKM

Selain itu, UMKM juga disarankan memasang Web Application Firewall (WAF) untuk melindungi website dari serangan siber seperti SQL Injection dan eksploitasi sistem lainnya. “Server-nya sendiri juga harus ada anti-malware karena dia harus melakukan proteksi secara real-time,” ujar Yudhi di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menegaskan bahwa keamanan digital tidak cukup hanya dilakukan pada server atau website. Perangkat yang digunakan pemilik usaha, termasuk smartphone untuk mengakses dashboard bisnis dan transaksi, juga harus diproteksi agar tidak menjadi pintu masuk serangan.

"Banyak yang harus dilakukan memang. Enggak cuma sekedar bikin portal untuk payment lalu bertransaksi. Itu baru di sisi server-nya, belum lagi kebiasaan nanti pasti nge-ceknya dari handphone. Handphone-nya juga harus diproteksi juga," sambungnya.

Tantangan UMKM

Menurut Yudhi, tantangan terbesar UMKM biasanya terletak pada keterbatasan sumber daya manusia dan biaya pengelolaan IT. Karena itu, ia menyarankan pelaku usaha dapat berkolaborasi menggunakan tenaga IT bersama agar sistem keamanan tetap berjalan optimal.

"Harus ada yang maintain, jadi enggak bisa kita mau jualan aja tetapi enggak peduli dengan ini (keamanan website). Nanti kalau sampai ada kerugian itu bahaya," tegas pengamat keamanan siber tersebut.

Di sisi lain, investasi pada keamanan digital dinilai dapat membantu UMKM mengurangi risiko kerugian bisnis akibat ransomware atau kebocoran data. “Kalau hardware rusak mungkin bisa dibeli lagi, tapi nilai data kita enggak pernah tahu berapa,” kata Yudhi.

Ia menambahkan bahwa sistem backup berkala tetap menjadi langkah paling mudah bagi UMKM ketika terjadi serangan siber. Dengan proteksi dan backup yang baik, UMKM dinilai dapat meminimalkan downtime sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan di tengah pertumbuhan bisnis digital.

"Cara paling mudah adalah dibekali kalau saya saran tetap backup. Proteksi ini tetap ada untuk real-time, tapi backup untuk jaga-jaga kalau ada kejadian serangan siber langsung restore dan bisnis tetap berjalan," sarannya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024