Bagikan

ESET Ungkap Celah Keamanan Cloud, Sektor Keuangan Jadi Target Empuk Serangan Siber

Poin Penting

ESET ingatkan risiko serangan siber instan saat server cloud baru aktif dan terhubung dengan internet publik.
Divisi keuangan, akuntansi, dan pajak menjadi target utama karena mengelola transaksi dengan nilai ekonomi tinggi.
Fitur Cloud Workload Protection kini tersedia gratis di ESET Protect untuk perkuat keamanan siber sektor finansial.

JAKARTA, investortrust.id - ESET menyoroti meningkatnya risiko keamanan siber di sektor keuangan seiring pesatnya adopsi teknologi cloud di Indonesia. Celah keamanan pada tahap awal implementasi dinilai masih menjadi titik lemah yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ESET menghadirkan fitur Cloud Workload Protection yang kini terintegrasi dalam platform ESET Protect tanpa biaya tambahan. Solusi ini dirancang untuk melindungi workload di cloud sekaligus memberikan visibilitas keamanan secara terpusat.

CTO PT Prosperita, Yudhi Kukuh menyebut, celah paling krusial terjadi pada fase awal penggunaan cloud saat sistem belum sepenuhnya terlindungi. “Cloud itu bisa aktif dalam lima menit, tapi sering kali yang terlupakan adalah keamanannya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, serangan dapat terjadi dalam hitungan detik sejak server memiliki IP publik. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku untuk masuk sebelum sistem diamankan secara optimal.

Baca Juga

ESET Tambah Fitur Keamanan Cloud Gratis, Tekan Risiko dan Biaya IT

Di sisi lain, pelaku kejahatan siber tidak lagi melihat sektor usaha besar atau kecil, melainkan fungsi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Divisi keuangan menjadi target utama karena berkaitan langsung dengan aliran dana perusahaan.

“Email bagian finance, accounting, dan pajak sering menjadi target karena di situlah transaksi terjadi,” kata Yudhi. Modus serangan kini semakin canggih, mulai dari penyusupan hingga manipulasi komunikasi bisnis untuk mengalihkan dana.

Yudhi juga menegaskan, faktor manusia masih menjadi penyebab utama insiden keamanan siber. “Masalah utama bukan di sistem, tapi di manusianya karena awareness masih rendah,” jelasnya.

Ia menambahkan, investasi keamanan bukan sekadar biaya, melainkan langkah strategis menjaga keberlangsungan bisnis. “Yang paling mahal itu bukan servernya, tapi datanya karena nilainya tidak terukur,” tutupnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024