Bagikan

ESET Tambah Fitur Keamanan Cloud Gratis, Tekan Risiko dan Biaya IT

Poin Penting

ESET meluncurkan fitur Cloud Workload Protection di platform ESET PROTECT tanpa biaya tambahan bagi pengguna.
Solusi keamanan cloud-native ini mendukung AWS, Azure, hingga Google Cloud dengan pengelolaan satu dashboard.
Fitur ini membantu perusahaan mematuhi UU PDP dan standar global seperti NIST serta PCI DSS secara efisien.

JAKARTA, investortrust.id - ESET menghadirkan fitur baru Cloud Workload Protection di platform ESET PROTECT tanpa biaya tambahan. Langkah ini disebut memberi peluang bagi perusahaan di Indonesia untuk memperkuat keamanan cloud sekaligus menekan potensi kerugian akibat serangan siber.

Diketahui, rata-rata kerugian akibat kebocoran data global telah menembus lebih dari US$ 5 juta per insiden. CTO PT Prosperita, Yudhi Kukuh, menilai perusahaan kini menghadapi risiko yang semakin nyata seiring penggunaan cloud yang masif.

“Begitu server kita terhubung ke internet, dalam hitungan menit sudah ada upaya serangan. Jadi keamanan itu bukan opsional, tapi sudah bagian dari operasional bisnis,” ujarnya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

CTO PT Prosperita, Yudhi Kukuh dalam acara media gathering di Jakarta, Rabu (6/5/2026). (investortrust/Saliki Dwi Saputra)

Lebih lanjut, fitur baru ini memungkinkan perusahaan mengelola keamanan berbagai sistem cloud dalam satu dashboard terpadu. Artinya, perusahaan bisa mengurangi kompleksitas operasional IT sekaligus meningkatkan efisiensi pengawasan.

Baca Juga

Red Hat-Google Cloud Kolaborasi Geber Modernisasi Aplikasi dan Migrasi Cloud

Selain itu, pendekatan cloud-native dan tanpa instalasi (agentless) membuat implementasi lebih cepat dan ringan, tanpa membebani performa sistem. Solusi ini juga kompatibel dengan platform besar seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform.

Menurut Yudhi, adopsi teknologi berbasis AI menjadi kunci dalam menjaga efisiensi sekaligus ketahanan bisnis. “Jumlah serangan itu sangat besar, tidak mungkin ditangani manual. AI membantu mempercepat analisis dan respons, sehingga risiko bisa ditekan sebelum berdampak ke bisnis,” jelasnya.

Bagi pelaku usaha, terutama UMKM yang mulai beralih ke cloud, solusi ini dinilai relevan karena tidak menambah biaya investasi keamanan.

“Ini bukan biaya baru, tapi peningkatan dari layanan yang sudah ada. Jadi perusahaan bisa langsung dapat perlindungan lebih tanpa tambahan budget,” kata Yudhi.

Selain aspek keamanan, fitur ini juga membantu perusahaan memenuhi tuntutan regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) serta standar global seperti NIST dan PCI DSS yang semakin penting bagi perusahaan yang ingin menjaga kepercayaan pasar.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024