Wamenekraf Ungkap Seni Rupa Bisa Jadi Mesin Ekonomi dan Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), Irene Umar menegaskan, seni rupa memiliki nilai ekonomi sekaligus potensi investasi. Hal ini disampaikan saat menghadiri pameran Art Jakarta Gardens 2026 di Hutan Kota Plataran, Selasa (5/5/2026).
Irene menilai Art Jakarta Gardens mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kreatif. Ia menegaskan seni rupa dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus instrumen investasi jangka panjang.
“Art ini merupakan salah satu pendorong ekonomi, seni juga mampu menjadi investasi. Harapan kita dari ekonomi kreatif yang ada di sini bisa men-support teman-teman di dunia art dan culture karena Indonesia source code-nya adalah budaya. Kalau tak ada source code kebudayaan, maka kreativitas kita tidak akan ada akar yang sangat kuat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga
Sementara itu, Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menilai, pameran ini menjadi oase di tengah tantangan geopolitik global. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat hilirisasi kekayaan budaya Indonesia.
“Kehadiran 26 galeri membuka peluang bagi para seniman Indonesia, para perupa Indonesia menampilkan karya-karya terbaik, memperluas jaringan, menjangkau audiens yang lebih beragam. Kami percaya bahwa ekosistem seni rupa ditandai dengan kolaborasi, inklusivitas, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, kekayaan budaya Indonesia menjadi sumber inspirasi tanpa batas bagi industri kreatif. Potensi ini dinilai dapat mendorong pengembangan ekonomi kreatif hingga sektor pariwisata.
Art Jakarta Gardens 2026 menghadirkan 26 galeri dengan fokus pada karya patung dan instalasi. Sebanyak 31 karya dipamerkan di ruang terbuka, menciptakan pengalaman visual yang dinamis bagi pengunjung.
Baca Juga
Pemerintah Targetkan 10 Juta Lapangan Kerja Baru Lewat UMKM dan Ekraf
VIP Relations Director Art Jakarta, Hafidz Ahmad Irfanda, menyebut partisipasi galeri internasional terus meningkat. “Kami juga menyambut lima galeri baru. Tiga di antaranya merupakan galeri dari kawasan Asia, dari Kuala Lumpur, Taipei, dan juga Seoul. Angka 31 ini mencerminkan meningkatnya antusiasme pelaku seni, sekaligus semakin terbukanya peluang eksposur internasional bagi seniman Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap ajang ini semakin memperkuat posisi seni Indonesia di tingkat regional dan global. Pameran ini juga dinilai menjadi momentum memperluas jejaring industri seni.

