Dorong Pariwisata, Pemerintah Buka Kembali Penerbangan Internasional ke Pulau Belitung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah membuka kembali penerbangan internasional ke Pulau Belitung mulai Minggu (3/5/2026), setelah beberapa tahun terhenti. Momentum ini menandai babak baru pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), menambah devisa, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengungkapkan, pengoperasian kembali penerbangan internasional menuju Pulau Belitung merupakan implementasi arahan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto untuk mendorong pariwisata, salah satunya melalui koneksi langsung penerbangan internasional.
“Konektivitas internasional merupakan faktor kunci dalam pengembangan destinasi pariwisata yang berdaya saing, karena konektivitas mendorong mobilitas wisatawan, masuknya devisa, hingga meningkatkan aktivitas ekonomi daerah,” kata Haryo dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Haryo Limanseto menjelaskan, penerbangan langsung antara Belitung dan Singapura kembali tersedia melalui layanan reguler oleh maskapai Scoot. Rute yang menghubungkan Bandara Changi dengan Belitung tersebut dioperasikan secara berkala sebanyak dua kali dalam sepekan.
Baca Juga
Kunjungan Wisman Februari 2026 Melonjak 13,37%, Potensi Devisa Pariwisata Tembus Rp17,2 Triliun
Pembukaan rute ini, menurut Haryo Limanseto, mendapatkan respons yang cukup signifikan dari wisman, khususnya dari kawasan Asia Tenggara. Penerbangan perdana menggunakan pesawat Embraer E190-E2 berkapasitas 112 kursi mencatatkan 80 penumpang kedatangan dengan tingkat keterisian (load factor) di atas 70%.
Haryo mengatakan, dampak ekonomi dan efek pengganda (multiplier effect) dari pembukaan gerbang internasional tersebut sangat signifikan. “Proyeksinya sangat optimistis. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Belitung berpotensi melonjak, didorong kuat oleh devisa yang dibawa oleh para wisman,” ujar dia.
Aktivitas wisman, kata Haryo, tidak hanya berkontribusi pada sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga menciptakan efek berantai yang menjangkau pelaku usaha mikro dan masyarakat lokal. “Perputaran ekonomi dari sektor ini cenderung lebih cepat dan langsung dirasakan dibandingkan sektor lain yang memiliki rantai distribusi lebih panjang,” tutur dia.
Haryo Limanseto mengemukakan, penguatan konektivitas itu juga sejalan dengan praktik terbaik global. Di destinasi unggulan dunia, seperti Bali, Langkawi, dan Koh Samui, akses penerbangan internasional yang memadai menjadi kunci dalam menarik wisatawan berkualitas dan meningkatkan nilai ekonomi kawasan.
Nilai ekonomi destinasi pariwisata akan berbanding lurus dengan tingkat kunjungan wisatawan dan besarnya peredaran devisa di kawasan tersebut. “Dampaknya tidak hanya terjadi pada sektor utama, melainkan juga menjangkau pelaku usaha lokal hingga masyarakat di sekitar titik kedatangan, seperti transportasi dan jasa pendukung lainnya,” papar Haryo.
Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Herfan Brilianto menambahkan, pengembangan pariwisata berbasis konektivitas juga menjadi strategi penting di tengah dinamika global. Sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, telah mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi besar pada infrastruktur dan aksesibilitas.
“Dalam konteks nasional, KEK Tanjung Kelayang diharapkan menjadi simpul utama (hub) pengembangan pariwisata berbasis internasional di luar destinasi yang telah mapan,” ucap dia.
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan, kunjungan wisman ke Belitung konsisten meningkat dari sekitar 7.000 kunjungan pada 2023 menjadi 10.000 kunjungan pada 2024. “Penerbangan langsung internasional tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan memudahkan penciptaan branding Pulau Belitung sebagai destinasi pariwisata prioritas dan berkualitas,” ujar Herfan.
Baca Juga
Herfan Brilianto menjelaskan, sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas, Belitung berada di posisi strategis, hanya sekitar satu jam dari Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur. Kemenko Perekonomian berkomitmen menjadikan status bandara internasional sebagai daya ungkit bagi bangkitnya sektor pariwisata di Belitung, dengan didukung keberadaan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang.
Haryo Limanseto menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, pemda, dan pelaku usaha akan terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan operasional penerbangan serta peningkatan kualitas layanan destinasi.
Pemerintah, kata dia, juga akan terus mendorong optimalisasi KEK sebagai motor penggerak ekonomi, termasuk melalui peningkatan investasi, penguatan promosi, serta pengembangan ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan berdaya saing global.
“Kami melihat ini bukan sekadar pembukaan rute penerbangan, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas basis penerimaan devisa negara,” tegas Haryo Limanseto.

