'Gaspol' Eksekusi Proyek! PGE Bidik 1 GW, Proyek Ulubelu hingga Lumut Balai Jadi Andalan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE menegaskan pergeseran strategi dari sekadar perencanaan menuju fase eksekusi proyek secara masif guna mengejar target kapasitas 1 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan.
Director of Exploration & Development PGE Edwil Suzandi menyatakan bahwa perusahaan kini fokus mempercepat realisasi proyek-proyek utama yang telah memiliki visibilitas tinggi.
“Kami tidak lagi berbicara tentang rencana, tapi kami sudah masuk ke tahap eksekusi. Jadi number one, path to one gigawatt producer,” ujar Edwil dalam konferensi pers yang digelar secara online, Selasa (5/5/2026).
Salah satu proyek utama PGE adalah pengembangan Ulubelu Unit 1 dan 2 dengan nilai investasi mencapai US$ 449 juta dan target commercial operation date (COD) pada 2028. Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap lelang melalui proses pre-qualification dan didukung pembiayaan internasional.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Incar Kenaikan Kapasitas 2,5 Kali Lipat pada 2033, Ini Strateginya
Selain itu, PGE juga menggenjot pengembangan proyek cogeneration dengan potensi tambahan kapasitas hingga 230 megawatt (MW). Proyek ini membutuhkan investasi sekitar US$418 juta dengan target penyelesaian bertahap hingga 2033.
“Ini bukan merupakan early stage project, tapi ini adalah proyek yang sudah bergerak menuju realisasi tambahan kapasitas terpasang,” jelas Edwil.
Hingga saat ini, kapasitas terpasang PGE tercatat sekitar 727 MW, yang akan terus ditingkatkan melalui optimalisasi aset eksisting dengan pendekatan efisiensi modal dan risiko rendah.
Pada fase jangka menengah, PGE juga mempercepat proyek eksplorasi dan pengembangan baru. Salah satunya di Gunung 3, yang saat ini masih dalam tahap pengeboran (drilling) sebelum dilanjutkan ke pengujian sumur.
Sementara itu, proyek Lumut Balai 3 telah masuk tahap pengembangan setelah mendapatkan keputusan investasi (final investment decision/FID). Pengeboran perdana dijadwalkan segera dimulai, dengan target tambahan kapasitas sekitar 55 MW.
“Paralel setelah Lumut Balai 3, kami akan lanjut ke Lumut Balai 4. Lumut Balai 4, hari ini FID juga sudah disetujui secara bertahap dan stages kami akan melanjutkan proyek Lumut Balai 3 dan 4 ini dalam durasi lima tahun ke depan. Proyek-proyek tersebut sudah pasti dan secara execution risk sudah semakin menurun secara signifikan,” ungkap Edwil.
Dari sisi komersial, PGE juga memastikan kelayakan proyek semakin kuat dengan disepakatinya tarif untuk proyek Lahendong dan Ulubelu, serta hampir rampungnya perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA).
“Revenue dan struktur pembiayaan sudah semakin jelas,” sebutnya.
Untuk mendukung ekspansi, PGE aktif mencari sumber pendanaan kompetitif, termasuk melalui skema pembiayaan hijau internasional. Perusahaan telah masuk dalam blue book Bappenas untuk mengakses pendanaan dari lembaga global seperti Bank Dunia dan Asian Development Bank (ADB).
Dengan pipeline proyek yang matang, dukungan pembiayaan, serta eksekusi yang berjalan, PGE optimistis mampu mempercepat pertumbuhan kapasitas dan memperkuat posisinya sebagai pemain utama energi panas bumi di Indonesia.

