BOPPJ Masukkan Pekalongan dalam Prioritas Proyek Giant Sea Wall untuk Atasi Rob
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit H Ashaf memastikan wilayah Pekalongan akan dimasukkan sebagai prioritas dalam proyek Giant Sea Wall (GSW) guna memitigasi banjir rob di pantai utara (Pantura) Jawa.
“Ya, dimasukkan. Sekarang kan sudah kita hitung besarannya. Untuk Kendal, Semarang, Demak sudah hampir 80% perencanaan detail-nya,” kata Didit saat konferensi pers di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Didit menjelaskan, untuk Pekalongan saat ini masih dalam tahap mitigasi serta investigasi kondisi perairan dan pantai. Menurutnya, pelaksanaan proyek dilakukan secara simultan dengan skema pembangunan berbasis segmentasi atau titik wilayah di setiap kabupaten/kota.
“Makanya kami bangun dengan menggunakan cara 15 segmen. Jadi tidak harus menyambung dari barat ke timur, tapi kondisi tertentu bisa jadi segmen tertentu yang diprioritaskan,” terangnya.
Baca Juga
AHY Peringatkan Kerugian Rp 6.396 Triliun Jika 'Giant Sea Wall' Tak Dibangun
Didit menambahkan, intervensi dilakukan pada titik-titik prioritas dengan tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Ia juga mengungkapkan, perlindungan pesisir difokuskan pada area tertentu yang mengalami penurunan muka tanah (land subsidence).
Menurutnya, kondisi tersebut dipicu antara lain oleh penggunaan air tanah berlebih. “Paling berat adalah land subsidence, salah satunya karena penggunaan air tanah yang berlebihan,” ungkap Didit.
Selain itu, pembangunan tanggul laut juga diarahkan untuk mendukung penyediaan air baku bagi masyarakat pesisir. Didit menyebut keterbatasan lahan menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur di wilayah Pantura.
“Kalau mencari lahan 1.000 hektare atau 500 hektare di Pantura, tidak mungkin dilakukan hari ini karena banyak hal yang harus dibicarakan, terutama pembebasan lahan,” tandas dia.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong wilayah Pekalongan agar masuk dalam program prioritas penanganan pesisir utara Jawa mengingat wilayah tersebut kerap diterjang banjir rob.
“Makanya kemarin saya mengatakan, 'Sebaiknya Pekalongan itu juga masuk ke programnya BOPPJ yang harus dikerjakan dalam waktu dekat',” kata Dody dalam konferensi pers di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026) lalu.
Baca Juga
AHY Pastikan Nelayan Terdampak 'Giant Sea Wall' Akan Direlokasi Layak
Dalam kesempatan itu, Menteri PU juga mengungkapkan, Jalan Tol Semarang–Demak akan ditingkatkan kapasitasnya sebagai bagian dari integrasi pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall/GSW) di Pantai Utara (Pantura) Jawa.
Hal ini menyusul penilaian Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) yang menyebut struktur tanggul laut yang saat ini terintegrasi dengan Tol Semarang–Demak masih belum maksimal untuk mendukung proyek perlindungan pesisir jangka panjang.
“Yang kita kerjakan hari ini (Tol Semarang–Demak) oleh BOPPJ dianggap masih kurang. Jadi nanti dia akan buat tanggulnya lebih maju lagi ke tengah laut, lebih besar lagi,” ungkap Dody.
Menurutnya, penguatan tanggul laut tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan banjir rob dan penurunan muka tanah (land subsidence), tetapi juga akan dikembangkan menjadi infrastruktur penyediaan air baku.
Dody memaparkan, tanggul laut ke depan dirancang mampu mengubah air laut menjadi air tawar yang kemudian disalurkan ke kota-kota di belakang kawasan pesisir. Skema tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk membatasi pengambilan air tanah.
“Tapi tidak cukup dengan hanya tanggung laut, nanti akan ada perda (peraturan daerah), misalnya melarang pengambilan air tanah karena land subsidence itu kan yang utama karena orang sering mengambil air tanah begitu,” ucap dia.
Dody menegaskan, proyek Tol Semarang–Demak sejak awal memang dirancang sebagai bagian awal integrasi giant sea wall yang dikoordinasikan BOPPJ. “Kalau untuk giant sea wall, Tol Semarang–Demak itu harus terintegrasi dengan BOPPJ. Makanya kita sekarang koordinasinya cukup erat dengan mereka,” tegas dia.

