Bagikan

Harga Emas Antam (ANTM) Turun ke Rp 2,795 Juta, Pasar Cermati Inflasi AS

Poin Penting

Harga emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 2,795 juta per gram, sejalan pelemahan harga emas global.
Inflasi Amerika Serikat naik 0,7 persen pada Maret, memicu ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Ketegangan geopolitik AS-Iran menjaga minat investor pada emas meski tekanan jangka pendek masih besar.

JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Senin (4/5/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,795 juta atau turun Rp 1.000 dari Sabtu (2/5/2026) Rp 2,796 juta per gram seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian perkembangan negosiasi perdamaian antara Washington dan Teheran.

Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,585 juta atau turun Rp 1.000 dari sebelumnya Rp 2,586 juta.

Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melemah pada perdagangan Senin (4/5/2026). Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.599 per ons pada pukul 01.14 GMT. Sementara kontrak emas berjangka pengiriman Juni melemah 0,7% ke level US$ 4.611 per ons.

Baca Juga

Harga Emas Turun Pasca-The Fed Tahan Suku Bunga

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan memulai langkah untuk membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz sebagai “isyarat kemanusiaan” guna membantu negara-negara netral yang terdampak perang antara AS-Israel dan Iran. Pernyataan itu muncul setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa Washington telah menyampaikan respons terhadap proposal 14 poin dari Teheran melalui Pakistan. Pemerintah Iran saat ini disebut sedang menelaah proposal balasan tersebut.

Meski kabar diplomatik memberi secercah harapan, pasar masih menilai situasi belum cukup jelas untuk meredakan ketegangan secara penuh. Harga minyak memang turun tipis, tetapi masih bertahan di atas US$ 100 per barel. Level tinggi tersebut memicu kekhawatiran baru bahwa tekanan harga energi dapat memperburuk inflasi global.

Kondisi ini menjadi perhatian utama karena kenaikan harga minyak berpotensi mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam situasi seperti ini, emas biasanya kehilangan sebagian daya tariknya karena investor cenderung beralih ke aset berbunga seperti obligasi pemerintah.

Tekanan tambahan datang dari kebijakan moneter Amerika Serikat. Pekan lalu, Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dan menyampaikan pandangan yang lebih hawkish, atau cenderung ketat, sehingga memudarkan harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga tahun ini.

Ilustrasi emas. (Dok HRTA)
Source: Dok HRTA

Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan semakin lama konflik Iran berlangsung, semakin besar risiko lonjakan inflasi dan pelemahan ekonomi global. Kondisi tersebut membatasi ruang bank sentral untuk memberikan panduan yang terlalu agresif terkait pelonggaran kebijakan moneter.

Senada dengan itu, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee menyebut data inflasi terbaru merupakan “kabar buruk” bagi bank sentral. Ia mengatakan The Fed harus berhati-hati dalam menurunkan suku bunga hingga tekanan inflasi benar-benar mereda.

Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi AS pada Maret meningkat tajam. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi atau Personal Consumption Expenditures, indikator inflasi favorit The Fed, melonjak 0,7%. Angka ini menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2022. Lonjakan inflasi sebagian besar dipicu kenaikan harga bensin akibat konflik Iran yang mengganggu stabilitas pasokan energi global.


Baca Juga

Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Rp 31.000, Tembus Rp 2,88 Juta per Gram

Meski harga emas terkoreksi, minat spekulatif investor terhadap logam mulia masih menunjukkan penguatan. Data Commodity Futures Trading Commission menunjukkan spekulan meningkatkan posisi beli bersih emas sebesar 3.924 kontrak menjadi 91.574 kontrak pada pekan yang berakhir 28 April. Peningkatan ini menunjukkan sebagian pelaku pasar masih melihat emas sebagai aset perlindungan terhadap risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi jangka menengah.

Datar harga emas Antam hari ini:

- Emas 0,5 gram: Rp 1,447 juta

- Emas 1 gram: Rp 2,795 juta

- Emas 2 gram: Rp 5,530 juta

- Emas 3 gram: Rp 8,270 juta

- Emas 5 gram: Rp 13,750 juta

- Emas 10 gram: Rp 27,445 juta

- Emas 25 gram: Rp 68,487 juta

- Emas 50 gram: Rp 136,895 juta

- Emas 100 gram: Rp 273,712 juta

- Emas 250 gram: Rp 684,015 juta

- Emas 500 gram: Rp 1,367,820 miliar

- Emas 1.000 gram: Rp 2,735,600 miliar.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024