Mendag Beri Sinyal HET Minyakita Naik dalam Waktu Dekat, Imbas B50?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengungkapkan, pemerintah sedang melakukan kajian serius mengenai penaikanHarga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita. Namun, rencana penaikan HET Minyakita tak ada berkaitan langsung dengan program B50.
Mendag menjelaskan, ketetapan HET Minyakita sudah berusia tiga tahun, atau tepatnya sejak 2024. Dalam kurun waktu tersebut, terjadi kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebagai bahan baku dan kenaikan biaya produksi di tingkat produsen.
"Kami sedang kaji bersama Kementerian dan Lembaga (K/L) teknis. Nilai ekonominya kan sudah berubah semua, biaya produksi sudah naik," kata Budi Santoso saat ditemui di sela-sela acara Festival Burung Berkicau di kantor Kemendag, Jakarta, Minggu (5/3/2026).
Baca Juga
Mendag Tegaskan Kenaikan Harga MinyaKita Bukan Karena Kebijakan B50
Menteri yang akrab dipanggil Busan itu menegaskan, rencana penyesuaian HET Minyakita ini murni karena faktor ekonomi dan operasional.
Mendag juga membantah kabar yang menyebutkan rencana kenaikan HET Minyakita berkaitan dengan implementasi program biodiesel B50 atau program pencampuran solar dengan minyak nabati berbasis sawit dengan komposisi 50:50 mulai Juli mendatang.
Kedua hal tersebut sama sekali tidak memiliki keterkaitan langsung dalam kajian yang sedang dilakukan. “Nggak ada sama sekali (kaitan dengan implementasi B50). Faktornya karena harga CPO naik, produksi naik. Kami kan harus menyesuaikan semua,” tandas dia.
Busan menekankan, pemerintah akan menyelesaikan kajian ini secara komprehensif agar keputusan yang diambil nantinya tetap menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri dan daya beli masyarakat.
Busan menyatakan, harga Minyakita saat ini terpantau stabil dan cenderung mengalami penurunan di beberapa wilayah. Saat ini, harga rata-rata Minyakita berkisar Rp 15.800 per liter, sedikit lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 15.900.
Baca Juga
Harga Minyakita Tembus Rp 22.000, Bapanas Minta Produsen Tak Lepas Tangan
“Kondisi ini menunjukkan distribusi berjalan cukup baik. Kalau kita cek hari ini, harganya sekitar Rp 15.800, malah bagus karena sebelumnya Rp 15.900 per liter," ujar dia.
Meski demikian, ia mengakui di beberapa daerah, seperti Papua, harga Minyakita masih sedikit tinggi karena kendala logistik.
Untuk mengatasi kendala di wilayah timur, menurut Busan, Kemendag telah berkoordinasi dengan Bulog untuk mempercepat distribusi Minyakita ke Papua. Langkah ini diharapkan dapat menyeragamkan harga sesuai dengan ketentuan pemerintah di seluruh Indonesia.
Minyakita adalah minyak goreng subsidi atau nonpremium yang disiapkan pemerintah melalui Kemendag untuk kebutuhan masyarakat luas dengan harga terkontrol.

