Peringati May Day, Kemenperin Akselerasi Kompetensi SDM Industri untuk Perkuat Manufaktur Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang kompeten sebagai pilar utama penguatan sektor manufaktur nasional.
Seiring dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat (1/5/2026), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pembangunan SDM yang adaptif dan produktif merupakan kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.
"Industri manufaktur selama ini konsisten menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penguatan SDM industri harus terus kita akselerasi melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital," ujar Menperin dalam keterangan resminya di Jakarta, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kemenperin telah mengelola 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK yang sepanjang tahun 2025 berhasil meluluskan 5.472 tenaga kerja ahli.
Baca Juga
Di Hadapan Prabowo, Buruh Minta Rumah Dekat dengan Kawasan Industri
Selain pendidikan formal, BPSDMI juga aktif menyelenggarakan pelatihan vokasi di 7 Balai Diklat Industri (BDI) yang mencakup program skilling, reskilling, hingga upskilling bagi ribuan tenaga kerja. Tak hanya fokus pada penyiapan pekerja, program Inkubator Bisnis di BDI pun sukses membina 37 tenant bisnis dengan capaian omzet mencapai Rp11,5 miliar. Strategi ini dibarengi dengan transformasi digital melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 guna memastikan tenaga kerja mampu beradaptasi dengan otomatisasi dan proses produksi modern.
Sektor industri pengolahan nonmigas sendiri menunjukkan ketahanan luar biasa dengan jumlah tenaga kerja yang mencapai puncaknya sebanyak 20,26 juta orang pada Agustus 2025. Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menambahkan bahwa lulusan vokasi Kemenperin memiliki daya saing global yang tinggi, terbukti dengan adanya alumni yang bekerja di 21 negara serta kepemilikan sertifikasi internasional dari Jerman hingga Belanda.
Menperin Agus Gumiwang menutup pernyataannya dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja industri di Indonesia.
"Kalian adalah tulang punggung industri nasional. Teruslah meningkatkan kompetensi, menjaga semangat kerja, dan beradaptasi dengan perubahan agar industri kita semakin kuat dan berdaya saing global," pungkasnya.

