Kadin Papua Perluas Pendampingan Petani demi Kemandirian Pangan dan Ekonomi Daerah
Poin Penting
|
JAYAPURA, Investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua secara resmi memperluas jangkauan program pendampingan bagi para petani di seluruh Tanah Papua sebagai langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi serta kesejahteraan masyarakat lokal.
Ketua Umum Kadin Provinsi Papua, Jacleana Joku, menegaskan bahwa pendampingan yang diberikan bersifat berkelanjutan dan komprehensif, bukan sekadar bantuan sesaat, dengan tujuan utama agar para petani benar-benar mampu mencapai kemandirian.
Keberhasilan model pembinaan ini telah dibuktikan melalui panen jagung sebanyak 30 ton di Kabupaten Keerom pada Kamis (30/4/2026), yang merupakan hasil nyata dari kolaborasi Kadin bersama Koperasi Bina Mandiri Papua.
Dalam pelaksanaannya, Jacleana menjelaskan bahwa pendampingan tersebut berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan koperasi, pembukaan akses pasar, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern guna mengoptimalkan hasil panen.
Baca Juga
Ketum Kadin: Selamat Merayakan May Day, Pekerja Adalah Mitra Utama Pengusaha
"Pendampingan tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan kapasitas kelembagaan koperasi, akses pasar, hingga pemanfaatan teknologi pertanian," ujarnya di Jayapura, Jumat (1/5/2026) seperti dikutip Antara.
Kadin berkomitmen untuk terus memperluas sebaran program ini agar dampak positifnya dapat dirasakan secara merata oleh para petani di berbagai wilayah, sekaligus menjadi motor penggerak transformasi ekonomi Papua ke arah yang lebih baik.
Langkah konkret Kadin Papua tersebut mendapatkan apresiasi positif dan dukungan penuh dari Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, yang menilai inisiatif ini sebagai upaya nyata dalam memperkuat kemandirian pangan daerah.
Gubernur menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan kelompok tani merupakan kunci utama dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan berkelanjutan di Papua.
"Kami menilai sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan petani menjadi kunci dalam membangun sektor pertanian yang kuat dan berkelanjutan di Papua," kata Mathius. Harapannya, kolaborasi ini dapat meminimalisir ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah dan menciptakan ekosistem agribisnis yang kompetitif di masa depan.

