PLN Teken Kerja Sama dengan UNOPS Dorong Utilisasi EBT
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero) memperkuat sinergi global untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian komitmen keberlanjutan perusahaan dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Komitmen ini ditegaskan melalui penyerahan dokumen perjanjian kemitraan bersama United Nations Office for Project Services (UNOPS) dalam ajang PLN Sustainability Day 2026 di Jakarta.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi sektor ketenagalistrikan nasional menuju sistem energi yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan.
Perjanjian kemitraan ini mencakup kajian serta dukungan terhadap berbagai agenda transisi energi. Fokus utamanya, meliputi strategi transisi pembangkit listrik tenaga uap, pengembangan jaringan listrik pintar atau smart grid, sistem penyimpanan energi, hingga studi pengembangan energi terbarukan.
Direktur Utama PT PLN Persero Darmawan Prasodjo mengatakan kemitraan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperkuat kolaborasi internasional untuk menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan perubahan iklim. Sinergi lintas negara menjadi elemen penting dalam mempercepat transformasi energi Indonesia.
Baca Juga
Elektrifikasi Tambang Digenjot, PLN Perkuat Kolaborasi dengan Industri Batu Bara
“PLN terus memperkuat kemitraan global untuk menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk melalui kolaborasi dengan UNOPS. Kemitraan ini mencerminkan aliansi visioner untuk mempercepat transisi energi Indonesia melalui inisiatif konkret yang berdampak tinggi," ujar Darmawan dikutip Jumat (1/5/2026).
Ia menegaskan bahwa krisis iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan respons kolektif. Transisi energi bukan sekadar agenda nasional, melainkan perjuangan bersama untuk menjaga keberlanjutan peradaban manusia.
"Perubahan iklim adalah tantangan global yang tidak mengenal batas negara. Emisi gas rumah kaca di satu wilayah di bumi akan berdampak pada wilayah lainnya. Karena itu, transisi energi menjadi perjuangan bersama untuk menjaga masa depan peradaban manusia,” tegasnya.
Deputy Director of the Southeast Asia Energy Transition Partnership UNOPS John Cotton menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk menyelaraskan transformasi energi Indonesia melalui dukungan internasional. “Perjanjian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan ETP (energy transition partnership) dalam mendukung agenda transisi energi Indonesia yang ambisius. PLN merupakan penggerak utama dalam transformasi ini,” kata John.
Menurut dia, dukungan strategis, teknis, dan praktis dari UNOPS diharapkan mampu mempercepat pengembangan energi bersih sekaligus memperkuat kesiapan jaringan listrik nasional.
Sementara itu, Head of the United Nations Resident Coordinator’s Office Matthew David Johnson-Idan mengapresiasi langkah PLN dalam menerjemahkan komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement. Transisi menuju energi bersih merupakan strategi utama dalam menjaga ketahanan energi sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional.
“Dalam peta jalan transisi energi nasional, peran PLN sangat krusial. PLN bukan sekadar penyedia listrik, melainkan institusi garda terdepan yang menerjemahkan ambisi iklim Indonesia menjadi aksi nyata,” ujarnya.
Matthew juga menegaskan kesiapan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mendukung PLN melalui berbagai skema pembiayaan inovatif. Mobilisasi pasar modal dan pembiayaan campuran akan menjadi instrumen penting untuk mendorong investasi swasta jangka panjang di sektor energi bersih.
Baca Juga
"Dalam konteks ini, United Nations siap mendukung PLN dalam memobilisasi pasar modal, termasuk melalui instrumen seperti penerbitan obligasi korporasi, pembiayaan campuran, dan mekanisme berbagi risiko," katanya.
PLN Sustainability Day 2026 menjadi wadah yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri untuk mempercepat dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan. Pada penyelenggaraan tahun kelima ini, PLN menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi fondasi penting dalam menjalankan agenda transisi energi nasional.

