Sambangi SKK, Jadestone Energy Paparkan Rencana Akuisisi Aset Migas RI
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Sektor hulu minyak dan gas bumi Indonesia kembali mendapat sinyal positif dari investor internasional. Di tengah persaingan investasi energi global dan derasnya arus transisi energi, ekspansi yang disiapkan Jadestone Energy menegaskan bahwa industri migas nasional masih memiliki daya tarik kuat di mata pelaku usaha global.
Jadestone asal Singapura memaparkan rencana memperluas portofolio bisnis di Indonesia melalui akuisisi aset dan kerja sama strategis.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menilai langkah agresif perusahaan energi asal Singapura itu menjadi validasi atas daya saing investasi migas Indonesia. “Indonesia ini masih good untuk berinvestasi di hulu migas,” ujar Djoko seusai pertemuan resmi dengan jajaran manajemen Jadestone Energy di Jakarta, dikutip Jumat (1/5/2026).
Baca Juga
SKK Migas Genjot Produksi Lewat Program Triple 100 dan Teknologi MSF
Pernyataan tersebut disampaikan setelah SKK Migas menerima pemaparan strategi ekspansi Jadestone Energy yang dipimpin Chief Executive Officer Jadestone Energy T. Mitch Little. Turut hadir dalam pertemuan itu Country Manager Jadestone Energy Indonesia Andi Iwan Uzamah, General Counsel and Company Secretary Neil Prendergast, serta Commercial and Regulatory Affairs Manager Ika Mustika Sari.
Dalam pertemuan tersebut, manajemen Jadestone memaparkan rencana memperluas portofolio bisnis di Indonesia melalui akuisisi aset dan kerja sama strategis.
Country Manager Jadestone Energy Indonesia Andi Iwan Uzamah mengatakan perusahaan saat ini fokus membidik aset-aset migas yang sudah berada pada tahap pengembangan maupun produksi. “Fokus kami adalah aset yang sudah di tahap development atau produksi agar dapat segera dioptimalkan. Kami juga membuka peluang kerja sama strategis, baik melalui kemitraan maupun akuisisi, termasuk untuk aset-aset yang belum tergarap optimal,” jelas Andi.
Ia menyebut pendekatan ini dirancang untuk mempercepat monetisasi aset sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap ketahanan energi nasional.
Bagi industri hulu migas nasional, komitmen Jadestone dinilai bukan sekadar ekspansi korporasi. Langkah tersebut menjadi indikator konkret bahwa iklim investasi sektor hulu migas Indonesia masih kompetitif dan menjanjikan di tengah pergeseran global menuju energi rendah karbon.
Kehadiran investor, seperti Jadestone juga memperkuat optimisme pemerintah dalam menjaga momentum investasi sektor energi konvensional sebagai penopang transisi energi nasional. Kontribusi Jadestone mencakup produksi gas, kondensat, hingga LPG yang memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan energi domestik.
Baca Juga
SKK Migas Ungkap Baru 1 UMKM Produksi Minyak dari Sumur Rakyat
Dengan strategi ekspansi yang terbuka untuk wilayah barat hingga timur Indonesia, baik untuk aset darat maupun lepas pantai, perusahaan menunjukkan komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama industri migas nasional.
Saat ini, Jadestone mengelola Wilayah Kerja Lemang di Jambi. Blok migas tersebut mencatatkan produksi rata-rata sebesar 6.400 barrel of oil equivalent per day atau BOEPD. Produksi tersebut menjadi salah satu kontribusi nyata perusahaan terhadap pasokan energi nasional.

