Minat Instansi dan Swasta Indonesia Belajar Digitalisasi ke Estonia Terus Meningkat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust -- Ketua Komite Baltik Kadin Indonesia Adriana Sri Lestari mengungkapkan adanya tren peningkatan signifikan dari berbagai pihak di Indonesia, baik sektor publik maupun swasta, yang ingin mempelajari sistem digitalisasi dari Estonia. Adriana mengungkapkan, dalam satu dekade terakhir, Estonia telah menjadi rujukan utama bagi delegasi Indonesia yang ingin mendalami tata kelola berbasis teknologi informasi, keamanan siber, hingga pengembangan kota cerdas.
"Karena kebutuhan Estonia untuk di bidang IT itu sudah dirasakan. Jadi sejak 10 tahun terakhir banyak sekali delegasi, baik itu private maupun pemerintah, banyak belajar ke Estonia," kata Adriana ditemui di acara Misi Bisnis Industri Maritim Estonia ke Indonesia di Grand Hyatt, Selasa (28/4/2026).
Adriana menjelaskan bahwa ketertarikan ini mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari transportasi hingga layanan medis. Ia menyebutkan bahwa Estonia menyediakan banyak platform pembelajaran, mulai dari konferensi hingga kursus khusus di bidang keamanan siber yang rutin diikuti oleh delegasi Indonesia.
Baca Juga
Estonia Tawarkan Teknologi Pelabuhan Pintar dan Perlindungan Infrastruktur Bawah Laut ke Indonesia
Salah satu bukti nyata keberhasilan adopsi ilmu dari negara Baltik tersebut adalah transformasi digital di Pemerintah Kabupaten Sumedang.
"Mereka (Sumedang) banyak belajar salah satunya ke Estonia. Dan sekarang Sumedang kan sudah sangat IT sistemnya, kepemerintahannya," ucapnya.
Peningkatan minat ini kini merambah ke sektor maritim dan infrastruktur. Dalam pertemuan bilateral terbaru, sejumlah instansi seperti Bakamla, Pelni, dan Pertamina tengah menjajaki kolaborasi lebih dalam terkait transfer knowledge teknologi navigasi dan keamanan siber maritim. Adriana menekankan bahwa tingginya antusiasme ini didorong oleh posisi Estonia sebagai salah satu negara dengan sistem digital paling maju di dunia.
Kadin Indonesia berkomitmen untuk terus memfasilitasi pertemuan bisnis (business forum) dan kerja sama Business-to-Business (B2B) agar proses belajar ini dapat menghasilkan solusi nyata bagi efisiensi nasional.

