IWIP Dorong Pemberdayaan Perempuan lewat Lingkungan Kerja Inklusif dan Penguatan SDM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus memperkuat pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan industri Weda Bay, Maluku Utara.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penciptaan lingkungan kerja yang setara, aman, dan suportif, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi perempuan untuk meningkatkan kompetensi dan berperan aktif di berbagai lini pekerjaan.
General Manager Human Resources Development (HRD) PT IWIP Rosalina Sangadji menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya sebatas menyediakan ruang, tetapi juga memastikan adanya kesempatan yang mendorong perempuan berkembang secara optimal.
“IWIP percaya bahwa pemberdayaan perempuan harus dimulai dari lingkungan kerja yang memberi kesempatan yang sama serta dukungan yang memungkinkan setiap individu berkembang sesuai potensinya,” ujar Rosalina, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga
Dukung Hilirisasi Nikel, Rosan Kunjungi IWIP di Maluku Utara
Semangat tersebut tercermin dalam peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar pada 21 April dengan tema “Perempuan Berdaya, Komunikasi Bermakna”, sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan tantangan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, IWIP juga menghadirkan talkshow interaktif, yang dirancang untuk memperkuat kapasitas komunikasi sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan sebagai fondasi kualitas hidup yang lebih baik, yakni Perempuan dalam Media, Inspirational Talk, dan Penyuluhan Kesehatan Perempuan.
Dalam sesi tersebut, Manajer Employee Engagement IWIP Inggrit Gosal membagikan pengalamannya berkarir di lingkungan kerja IWIP. Dia menyampaikan bahwa selama bekerja di IWIP, dirinya tidak menghadapi hambatan berarti sebagai perempuan. Mengawali karier sebagai Senior Officer, Inggrit juga menekankan pentingnya kesiapan dalam meraih peluang.
“Keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan,” kata Inggrit.
Semangat tersebut juga tercermin dari perjalanan Rina Rumfot, seorang ibu rumah tangga sekaligus tulang punggung keluarga yang kini berkarir di IWIP. Saat pertama kali bergabung dengan IWIP, dia bekerja di lingkungan kantor sebelum akhirnya berani mengambil kesempatan untuk beralih ke pekerjaan lapangan.
Baca Juga
Wamen Imigrasi Tinjau IWIP, Tegaskan Komitmen Dukungan bagi Investasi Strategis
Melalui pelatihan intensif, Rina mempelajari pengoperasian alat berat hingga menguasai teknik crane dan dinyatakan kompeten sebagai operator. Berkat keuletan dan kerja kerasnya, dia kemudian dipromosikan menjadi foreman hoist crane dan kini memimpin tim beranggotakan 18 orang. Perjalanan ini tidak lepas dari dukungan pengembangan kompetensi yang diberikan.
Kisah ini menjadi gambaran bahwa perempuan memiliki kapasitas yang setara untuk berkontribusi di sektor pertambangan, yang secara global masih didominasi laki-laki—sekitar 80–85% menurut laporan Women in the Mine of the Future Global Report.

