Turun Rp 30.000, Harga Emas Antam (ANTM) Tinggalkan Zona Rp 2,8 Jutaan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (29/4/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,784 juta atau turun Rp 30.000 dari Selasa (28/4/2026) Rp 2,814 juta per gram karena meningkatnya kekhawatiran inflasi global setelah memanasnya kembali ketegangan di Timur Tengah serta sikap keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,573 juta atau turun Rp 52.000 dari sebelumnya Rp 2,625 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang turun tajam ke level terendah dalam hampir 4 pekan pada Selasa (28/4/2026), Harga emas spot turun 2,4% menjadi US$ 4.570,34 per ons, level terendah sejak 2 April.
Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 2,3% ke US$ 4.584,70 per ons. Tekanan terhadap logam mulia muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memicu gejolak harga energi global.
Baca Juga
Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Sinyal The Fed
Seorang pejabat AS menyebut Trump tidak puas terhadap proposal terbaru Iran terkait penyelesaian konflik. Sikap itu meredam harapan pasar atas deeskalasi perang yang selama ini telah mengganggu pasokan energi global, mendorong inflasi, dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Pada saat yang sama, harga minyak melonjak lebih 3% setelah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik Iran mengalami kebuntuan. Penutupan sebagian Selat Hormuz mempersempit distribusi pasokan energi dari Timur Tengah.
Sentimen pasar semakin tertekan setelah Uni Emirat Arab mengumumkan rencana keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC+, kelompok produsen minyak utama dunia yang selama ini mengatur pasokan global.
Kenaikan harga minyak mentah memperbesar tekanan inflasi, sehingga meningkatkan kemungkinan kebijakan moneter ketat berlangsung lebih lama. Meski emas selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru mengurangi daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.
Investor kini memusatkan perhatian pada hasil rapat Federal Reserve yang berlangsung selama 2 hari dan dijadwalkan berakhir Rabu (29/4/2026). Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50% hingga 3,75%.
Namun perhatian utama tertuju pada konferensi pers Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Pernyataan ini menjadi sorotan karena disebut sebagai konferensi pers terakhir Powell sebelum menyerahkan kepemimpinan bank sentral kepada calon penggantinya, Kevin Warsh.
Selain The Fed, investor juga mencermati keputusan kebijakan moneter dari Bank Sentral Eropa, Bank of England, serta Bank of Canada yang dijadwalkan berlangsung dalam pekan yang sama.
Baca Juga
BI Perketat Moneter untuk Jaga Rupiah
Di Asia, data perdagangan menunjukkan permintaan emas fisik masih cukup kuat. Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong melaporkan impor bersih emas China dari wilayah tersebut pada Maret mencapai 47.866 metrik ton, naik dari 46.249 metrik ton pada Februari. China merupakan konsumen emas terbesar dunia, sehingga peningkatan impor biasanya menjadi indikator penting bagi arah permintaan global.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,442 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,784 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,508 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,237 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,695 juta
- Emas 10 gram: Rp 27,335 juta
- Emas 25 gram: Rp 68,212 juta
- Emas 50 gram: Rp 136,345 juta
- Emas 100 gram: Rp 272,612 juta
- Emas 250 gram: Rp 681,265 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,362,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,724,600 miliar.

