Bagikan

Studi APPRI: Permintaan Jasa Konsultan PR Tetap Tumbuh pada 2026

Poin Penting

APPRI prediksi permintaan jasa PR meningkat pesat di 2026 didorong kebutuhan manajemen reputasi.
Konsultan eksternal kini menjadi mitra strategis tim internal dalam menangani krisis digital.
Unika Atma Jaya nilai anggaran PR harus menjadi investasi strategis yang menghasilkan nilai tambah.

JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Pengusaha Public Relations Indonesia (APPRI) memproyeksikan permintaan jasa konsultan public relations (PR) di Indonesia akan terus tumbuh sepanjang 2026. Optimisme itu didukung meningkatnya kebutuhan perusahaan akan strategi komunikasi, manajemen reputasi, hingga penanganan krisis di era digital.

Proyeksi itu terungkap dalam studi terbaru APPRI yang disusun bersama Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Riset itu memetakan tren belanja jasa konsultan, nilai pasar, dan tingkat optimisme pelaku industri PR nasional.

Ketua Umum APPRI, Sari Soegondo mengatakan, kebutuhan terhadap konsultan PR eksternal tetap tinggi meski banyak perusahaan telah memiliki tim komunikasi internal. Menurutnya, kompleksitas tantangan komunikasi membuat peran konsultan semakin strategis.

“Hampir semua organisasi kini memiliki tim komunikasi internal, tetapi kebutuhan terhadap konsultan PR eksternal tetap ada dan terus berkembang,” ujar Sari di Jakarta, Senin (28/4/2026).

Sari menjelaskan, perusahaan biasanya menggunakan jasa konsultan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari peluncuran produk, pembangunan reputasi, pengelolaan isu, hingga penanganan krisis.

Hubungan antara tim komunikasi internal dan konsultan eksternal pun kini berkembang menjadi kemitraan yang saling melengkapi. Kolaborasi itu dinilai semakin penting di tengah lanskap komunikasi yang terus berubah.

Baca Juga

Redam Polarisasi di Ruang Publik, Perhumas Dorong Gerakan ‘Indonesia Bicara Baik’

“Studi ini kami harapkan menjadi alat navigasi bagi perusahaan konsultan untuk berinovasi, meningkatkan kapasitas, dan menjaga relevansi dengan kebutuhan pasar,” kata Sari.

APPRI menilai hasil riset ini dapat membantu agensi memahami perilaku klien secara lebih mendalam. Dengan begitu, strategi bisnis dan pengembangan layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Di sisi lain, Wakil Dekan Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Unika Atma Jaya, Rosdiana Sijabat, menilai investasi pada jasa PR harus dipandang sebagai investasi strategis. Setiap anggaran yang dikeluarkan perusahaan perlu menghasilkan nilai tambah yang terukur.

“Kalau perusahaan membelanjakan anggaran untuk PR, tentu ada hasil yang ingin dicapai, terutama dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Rosdiana menambahkan, tantangan industri PR di Indonesia semakin besar seiring tingginya aktivitas dan kritisisme masyarakat di media sosial. Kondisi ini menuntut praktisi PR untuk bekerja semakin presisi, cepat, dan berbasis data.

Selain meluncurkan studi, APPRI juga merilis branding guidelines terbaru bagi seluruh anggotanya. Langkah ini diharapkan memperkuat identitas asosiasi sekaligus meningkatkan profesionalisme industri.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024