Hadapi Geopolitik Global, Dony Oskaria Beberkan Jurus RI Amankan Pasokan Energi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Dinamika geopolitik dunia dan fluktuasi harga energi global menjadi tantangan serius bagi stabilitas nasional. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memaparkan sederet strategi komprehensif pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Dony menegaskan kunci utama kedaulatan energi adalah kemandirian dengan mengoptimalkan sumber daya domestik. Salah satu langkah konkret yang menjadi prioritas pemerintah adalah menekan ketergantungan impor LPG. Proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) akan menjadi tulang punggung dalam upaya ini.
Baca Juga
“Kita mulai membuat program hilirisasi, akan ada DME, mengubah batu bara menjadi gas, sehingga impor LPG bisa kita turunkan," ujar Dony dalam sebuah forum diskusi di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Selain pengembangan DME, pemerintah juga terus mendorong optimalisasi liquefied natural gas (LNG) sebagai alternatif energi bersih di dalam negeri.
Di sektor gas bumi, pemerintah melakukan transformasi besar pada model bisnis perusahaan gas nasional. Entitas, seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN dan Pertagas kini diarahkan untuk lebih fokus pada sektor midstream dan downstream. Strategi ini mencakup perluasan jaringan distribusi gas secara langsung ke rumah tangga (city gas), sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
Sementara itu, di sektor bahan bakar cair, Indonesia telah mencatatkan prestasi signifikan. Dony menyebutkan bahwa Indonesia kini telah berhasil menghentikan impor solar berkat konsistensi implementasi program biodiesel.
Baca Juga
Ketahanan Energi RI Diuji, DEN Soroti Diversifikasi dan Cadangan
Tak berhenti pada biodiesel, pemerintah juga melirik potensi sektor pertanian untuk memproduksi bioetanol. Komoditas, seperti jagung dan ubi akan diolah menjadi bahan bakar nabati guna mengurangi ketergantungan pada impor bensin.
Sebagai benteng terakhir pertahanan energi, Dony memastikan pemerintah tengah menggenjot pembangunan infrastruktur strategis, di antaranya pembangunan fasilitas penyimpanan minyak (oil storage) untuk meningkatkan stok cadangan nasional. Kemudian pembangunan kilang baru, guna meningkatkan kapasitas pengolahan dalam negeri yang akan segera dimulai.

