Rosan Lapor ke Prabowo, RI Masih Primadona Investor di Tengah Gejolak Geopolitik
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyatakan minat investor global terhadap Indonesia tetap kuat di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan geoekonomi dunia.
Hal itu disampaikan Rosan seusai bertemu Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Dalam pertemuan itu, Rosan melaporkan kepada Prabowo mengenai realisasi investasi nasional pada kuartal I-2026
Baca Juga
Lampaui Target, Rosan Ungkap Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp 498,79 Triliun
Rosan menegaskan gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi tidak menyurutkan ketertarikan investor terhadap Indonesia.
“Terlepas dari keadaan sekarang, perang, geopolitik dunia, dan geoekonomi dunia, ternyata minat dan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Indonesia sangat tinggi, masih sangat baik,” kata Rosan.
Rosan membeberkan, tingginya minat investasi itu tercermin dari capaian pada kuartal I-2026. Roeslani mengungkapkan realisasi investasi untuk kuartal I-2026 mencapai Rp 498,79 triliun. Angka itu melampaui target yang ditetapkan, yakni Rp 497 triliun dan naik 7,22% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 465 triliun
Rosan menyatakan tren positif ini sejalan dengan target investasi nasional yang meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan. Pada periode 2014–2024 total realisasi investasi mencapai sekitar Rp 9.100 triliun, sementara pada periode 2025–2029 targetnya ditingkatkan menjadi lebih dari Rp 13.000 triliun.
“Peningkatannya memang cukup signifikan, tetapi alhamdulillah target-target tersebut masih dapat tercapai. Kami berharap hal ini dapat terus terjaga,” katanya.
Optimisme tersebut terlihat dari hasil rangkaian kunjungan kerja Prabowo ke berbagai negara, seperti termasuk Singapura, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Dalam setiap lawatannya itu, Prabowo dan jajaran kerap menggelar pertemuan dengan para pelaku usaha global baik dalam forum besar maupun pertemuan terbatas.
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Pangkas Regulasi Penghambat Investasi dan Terapkan Standar Global
Dari lawatan dan pertemuan itu, Prabowo menjaring komitmen investasi dengan angka signifikan. Dari Jepang, potensi investasi yang tercatat mendekati US$ 30 miliar, sementara dari Korea Selatan mencapai sekitar US$ 10 miliar. Investasi dari Tiongkok juga disebut tetap tinggi dan konsisten.
"Jadi ya cukup. Sangat-sangat baik lah. China juga tetap tinggi itu investasinya yang akan masuk ke kita di bidang bersama-sama juga dengan kami. Mereka juga investasinya juga sangat-sangat terjaga dan sangat-sangat baik," katanya.

