Bagikan

Dukung Ambisi Prabowo, Kadin Sebut Indonesia di Jalur yang Benar Masuk OECD

Poin Penting

Dunia usaha mendukung penuh langkah pemerintah bergabung ke OECD sebagai bagian dari target pertumbuhan ekonomi 8% dan visi Indonesia Emas 2045.
Dukungan internasional, termasuk dari Pemerintah Inggris dan kolaborasi dengan Boston Consulting Group, membantu merumuskan langkah teknis agar Indonesia keluar dari middle income trap.
Keanggotaan OECD dinilai mampu meningkatkan kepastian regulasi, menarik investasi, dan memperkuat peran sektor swasta dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menegaskan komitmen dunia usaha dalam mendukung ambisi pemerintah Indonesia untuk bergabung menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Langkah ini dipandang strategis di tengah dinamika geopolitik global untuk memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada di jalur yang benar.

Menurut Anindya, upaya menjadi anggota "klub negara maju" ini merupakan bagian dari visi besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa aksesi OECD adalah kunci bagi Indonesia untuk menyongsong era Indonesia Emas 2045.

"Hari ini adalah hari yang sangat baik, di tengah lagi banyak dinamisme di Timur Tengah, perang, kita lihat bahwa Indonesia punya ambisi untuk menjadi anggota OECD itu masih terus keras. Tadi Pak Menko juga hadir untuk memberikan apa pernyataan bahwa Indonesia dalam right track," ujar Anindya saat ditemui dalam acara Indonesia OECD Accession and Private Sector Implication di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dukungan internasional terhadap langkah Indonesia ini pun terus mengalir, salah satunya dari Pemerintah Kerajaan Inggris. Anindya mengapresiasi kehadiran Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Dominic Jermey yang secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap peran sektor swasta dalam proses aksesi ini.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan keynote speech dalam acara Indonesia OECD Accession and Private Sector Implications di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Source: Investortrust

Anindya menjelaskan bahwa kolaborasi ini sebenarnya telah diinisiasi sejak beberapa bulan lalu. Ia mengenang bagaimana kerja sama strategis ini mulai dibentuk di London dengan melibatkan konsultan global untuk merumuskan langkah teknis bagi dunia usaha.

"Jadi saya berterima kasih kepada Pak Duta Besar untuk dukungannya, saya ingat tiga bulan yang lalu di London dimulai dengan suatu dukungan melalui suatu perusahaan namanya BCG, Boston Consulting Group sebagai konsultan, tapi intinya bagaimana dunia usaha dan pemerintah dibantu dengan teman-teman di negara lain seperti Inggris untuk membuat Indonesia itu bisa menjadi negara maju dan keluar daripada middle income trap," lanjutnya.

Baca Juga

Dukung Aksesi OECD, Anindya Bakrie: Langkah Strategis Indonesia Menuju Negara Maju

Keterlibatan Kadin dalam proses ini disebut sebagai representasi kolektif dari seluruh pelaku usaha di Tanah Air. Anindya memastikan bahwa semangat untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) telah merata hingga ke tingkat daerah.

"Dan terakhir yang saya sampaikan bahwa Kadin tadi hadir banyak sekali teman-teman ada tentunya Pak Erwin Aksa di sini tapi juga teman-teman dari Kadin provinsi. Jadi mengatakan bahwa upaya untuk menjadi anggota OECD atau negara yang maju bukan hanya upaya pemerintah, bukan hanya dunia usaha yang ada di Indonesia, tetapi juga untuk seluruh negeri dan kita dibantu oleh teman-teman yang percaya bahwa Indonesia yang maju bisa membawa tentunya pertumbuhan untuk dunia," tegas Anindya.

Duta Besar Britania Raya untuk Indonesia dan Timor Leste H.E. Dominic Jermey CVO, OBE menyampaikan kata sambutan dalam acara Indonesia OECD Accession and Private Sector Implications di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Source: Investortrust

Di sisi lain, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Dominic Jermey menyambut baik visi tersebut. Ia mengaitkan kerja sama ini dengan pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang telah menyepakati kemitraan strategis di bidang ekonomi.

"Terima kasih banyak. Ketika Presiden Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri Starmer di Inggris pada bulan Januari dan meluncurkan kemitraan strategis dengan Inggris untuk Indonesia, sebagian dari itu adalah tentang pertumbuhan ekonomi. Dan sebagian dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah tentang memperbaiki regulasi, melibatkan sektor swasta dari kedua negara kita, dan aksesi OECD merupakan elemen yang sangat penting dari visi tersebut," ungkap Jermey.

Baca Juga

Kadin Soroti 'Jobless Growth', Ekonomi Tumbuh Tapi Tenaga Kerja Tertinggal

Duta Besar Britania Raya untuk Indonesia dan Timor Leste H.E. Dominic Jermey CVO, OBE menyampaikan kata sambutan dalam acara Indonesia OECD Accession and Private Sector Implications di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
Source: Investortrust

Berdasarkan pengalaman Inggris, Jermey memaparkan bahwa keanggotaan OECD terbukti mampu memperbaiki iklim investasi melalui regulasi yang lebih pasti. Kepastian hukum dan regulasi inilah yang sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha global untuk menanamkan modalnya.

"Bagi Inggris Raya, keanggotaan di OECD telah menumbuhkan perekonomian, meningkatkan investasi, dan meningkatkan kepastian regulasi, yang disukai oleh dunia bisnis. Oleh karena itu, kami sangat senang dapat bermitra dengan Kadin, seperti yang Anda dengar dari ketua hari ini, dan bermitra dengan Kementerian Koordinator dalam mendukung keanggotaan Indonesia di OECD. Hal itu akan baik untuk bisnis di Indonesia dan akan baik untuk ekonomi dunia, dan itu berarti baik juga untuk bisnis dengan Inggris Raya," pungkasnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024