Jadi Induk Logistik Nasional, PT Pos Indonesia Siap Pangkas Biaya Distribusi
BANDUNG, investortrust.id — Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan posisi strategis PT Pos Indonesia sebagai induk (holding) konsolidasi BUMN logistik nasional.
Dony menekankan transformasi digital dan kesamaan visi menjadi kunci utama agar perusahaan mampu bertahan dan berkembang di masa depan.
Baca Juga
Tekan Spekulasi, Bapanas Minta BUMN Kuasai 60% Distribusi MinyaKita
Melalui agenda leadership forum, jajaran pimpinan BP BUMN dan PT Danantara Asset Management (DAM) memberikan pembekalan intensif guna mempercepat peran PT Pos Indonesia dalam menciptakan layanan logistik yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dony Oskaria menjelaskan langkah transformasi yang tengah digalakkan merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta seluruh jajaran PT Pos Indonesia untuk memiliki keyakinan kuat bahwa perubahan ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan kebutuhan mendesak untuk keberlangsungan perusahaan.
"Saya ingin kita memiliki pemahaman yang sama mengenai transformasi. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden. Kita semua harus yakin dan believe jika ingin memiliki satu perusahaan yang sustain, berkembang, dan bisa kita wariskan kepada generasi berikutnya," tegas Dony pada agenda leaders forum bersama manajemen PT Pos Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2026).
Sebagai pusat logistik nasional, PT Pos Indonesia diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan di Indonesia. Fokus utama transformasi ini mencakup integrasi ekosistem, guna membangun konektivitas antarwilayah yang lebih kuat melalui satu pintu logistik BUMN.
Kemudian dilakukan efisiensi operasional yang akan memangkas birokrasi dan prosedur distribusi barang agar lebih cepat dan murah.
Tak hanya itu, Dony juga menginstruksikan agar PT Pos Indonesia melakukan adaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital untuk sistem pelacakan dan manajemen distribusi yang akurat.
Baca Juga
PT Pos Indonesia Siap Salurkan BLT Kesra ke 17-18 Juta Keluarga, Menkomdigi Pastikan Tepat Sasaran
BP BUMN mendorong PT Pos Indonesia untuk tidak lagi bekerja dengan cara-cara konvensional. Peningkatan kualitas layanan dan pemanfaatan teknologi digital menjadi harga mati untuk meningkatkan daya saing di tengah kompetisi industri jasa pengiriman yang kian ketat.
"Transformasi ini bertujuan agar PT Pos berperan lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui konektivitas logistik yang andal," papar Dony.

