Menkop Akui Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih Sudah Tiba di RI
BANDUNG, investortrust.id – Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono mengakui sebagian unit kendaraan pikap yang diimpor dari India untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah tiba di Indonesia. Namun, Ferry tidak mengungkap secara pasti jumlah unit pikap yang telah tiba dari India tersebut.
Hal itu diungkapkan Ferry dalam pernyataannya seusai menghadiri halalbihalal Syarikat Islam Jawa Barat di Masjid Raya Al-Jabbar, Bandung, Minggu (29/3/2026).
Ferry mengatakan, setiap unit Kopdes Merah Putih nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas kendaraan logistik berupa satu unit truk dan satu unit pikap. Pada tahap awal distribusi, sebagian unit kendaraan yang telah dikirim ke beberapa daerah merupakan produk otomotif asal India. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak bagi 2.400 unit koperasi yang pembangunan fisiknya telah rampung 100%.
Baca Juga
Menkop Bakal Gandeng Pabrikan Lokal untuk Pengadaan Pikap Kopdes Merah Putih
"Kemarin karena terlanjur jumlahnya masih sedikit karena masih ribuan kita akan penuhi dulu yang kooperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik," katanya.
Ferry menyebutkan sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan untuk mengimpor pikap dari India. Beberapa di antaranya adalah kualitas yang kompetitif dan harga yang relatif terjangkau. Ia mencontohkan keberhasilan India dalam memproduksi kendaraan bermotor berkualitas yang sudah diakui dunia.
"India merupakan salah satu negara penghasil industri otomotif yang baik. Namun, sekali lagi, kita memang harus memprioritaskan industri otomotif nasional yang sudah terlanjur investasi di sini," katanya.
Meski demikian, untuk pemenuhan target sisa ribuan unit lainnya, Kementerian Koperasi telah menjalin komunikasi intensif dengan pemangku kepentingan industri otomotif di Indonesia. Ferry menekankan, pemerintah memprioritaskan produk industri otomotif nasional dalam mendukung operasional Kopdes Merah Putih agar memberikan dampak positif bagi industri manufaktur di dalam negeri.
"Kami sudah membicarakan ini dengan Pak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang) dan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Kita akan prioritaskan industri otomotif kita yang sudah dibangun di dalam negeri," kata Ferry.
Ia menambahkan pemerintah sangat menghargai perusahaan otomotif yang sudah menanamkan investasi besar dan beroperasi puluhan tahun di Indonesia. Oleh karena itu, sinergi dengan industri lokal menjadi opsi utama selama kapasitas produksi mampu memenuhi kebutuhan skala besar dari program ini.
Sebelumnya, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan pengadaan kendaraan untuk Kopdes Merah Putih telah melalui penjajakan pasar dan prakualifikasi dengan sejumlah produsen otomotif di dalam negeri. Seleksi dilakukan berdasarkan harga, kapasitas produksi, serta spesifikasi teknis kendaraan niaga berpenggerak empat roda (4x4).
Dari total kebutuhan 160.000 unit pada 2026, sebanyak 55.000 unit diserap dari agen pemegang merek (APM), seperti Isuzu, Hino, Mitsubishi Motors, Foton Motor, dan Toyota Motor Corporation. Sementara 105.000 unit lainnya didatangkan dari India karena kapasitas produksi domestik dinilai belum mencukupi.
Meski demikian, langkah PT Agrinas Pangan Nusantara tersebut mendapatkan kritikan dari berbagai kalangan. Salah satunya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang yang menegaskan industri di dalam negeri mampu memproduksi kendaraan pick-up dengan kapasitas produksi yang besar.
Baca Juga
Dasco Minta Pemerintah Tunda Rencana Impor 105.000 Mobil untuk Koperasi Merah Putih
Bahkan, Wakil Ketua DPR menyatakan sudah berpesan kepada pemerintah agar menunda rencana impor 105.000 mobil dari India untuk kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dasco mengatakan, rencana impor itu perlu ditunda karena Presiden Prabowo Subianto masih kunjungan kerja ke luar negeri.
"Saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat Presiden masih di luar negeri," kata Dasco, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, Prabowo akan membahas rencana tersebut secara terperinci dengan berbagai pihak. Selain itu, Dasco mengatakan, Prabowo juga akan meminta pendapat dan mengalkulasi kesiapan dari perusahaan dalam negeri.
"Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian," kata dia.

