Masjid At Thohir di Los Angeles Menghadirkan Syiar Islam yang Damai
Poin Penting
|
Oleh: Primus Dorimulu
JAKARTA, investortrust.id -- Di tengah hiruk-pikuk kota Los Angeles, semangat kebersamaan umat Muslim Indonesia tetap terjaga. Melalui kolaborasi bersama KJRI dan Indonesia Muslim Foundation, Masjid At-Tauhir hadir bukan sekadar sebagai tempat ibadah, tetapi sebagai pusat syiar Islam yang rahmatan lil'alamin, membawa kedamaian bagi semua.
Masjid ini didirikan dengan semangat dakwah dan kepedulian oleh seorang pengusaha Muslim nasional, Haji Garibaldi (Boy) Thohir melalui Yayasan Muhammad Thohir. Masjid At-Thohir menjadi penggerak dalam menyatukan diaspora, membuka ruang inklusif untuk ibadah, silaturahmi, dan berbagi kebaikan.
Dalam momen suci Idul Fitri 1447 H, perannya terasa nyata. Menghadirkan kebersamaan, memperkuat ukhuwah, dan menebarkan nilai Islam yang penuh kasih, toleransi, dan harmoni. Dari Los Angeles untuk dunia, Masjid At-Tauhir terus menyalakan cahaya kebaikan, menjadi wajah Islam yang damai, terbuka, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.
Nama Masjid At-Thohir juga hadir di Depok, sebelum yang di Los Angeles berdiri. Jika di Depok masjid ini menjadi ikon wisata religi modern, maka di Amerika Serikat, Masjid At-Thohir menjelma sebagai simbol kehadiran diaspora Indonesia yang inklusif, adaptif, dan menjunjung tinggi harmoni sosial.
Masjid At-Thohir di Los Angeles diresmikan pada 27 Maret 2022, hanya berselang beberapa pekan setelah peresmian masjid serupa di Depok oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Maret 2022. Berbeda dengan bangunan di Depok yang dibangun dari nol dengan arsitektur klasik modern Timur Tengah, masjid di Los Angeles merupakan hasil konversi dari bangunan bekas gereja di kawasan Korea Town—sebuah transformasi yang sarat makna lintas budaya dan spiritual.
Masjid ini berdiri berkat inisiatif Garibaldi (Boy) Thohir dan adiknya, Erick Thohir, sebagai bentuk penghormatan kepada ayah mereka, almarhum Haji Muhammad Thohir. Gagasan ini berakar dari pengalaman personal keluarga saat berada di Los Angeles beberapa tahun sebelumnya.
Boy Thohir mengungkapkan, pembangunan masjid ini merupakan realisasi dari keinginan sang ayah. “Saat kami bersekolah di Los Angeles sekitar 2015–2016, ayah saya sering berkunjung. Ketika akan melaksanakan Salat Jumat, beliau kerap mengeluhkan tidak adanya masjid yang dekat dan dimiliki komunitas Indonesia. Dari situlah kami berjanji untuk mewujudkannya,” ujar Boy dalam peresmian masjid, Minggu (27/3/2022) waktu setempat.
Sejak diresmikan, Masjid At-Thohir Los Angeles berkembang menjadi pusat kegiatan komunitas Muslim Indonesia dan internasional. Salah satu kegiatan yang mencerminkan nilai inklusivitas tersebut adalah pembagian bingkisan Ramadan kepada warga sekitar, yang rutin dilakukan setiap tahun.
Pada Ramadan 2025, relawan yang didominasi anak-anak dan remaja diaspora Indonesia membagikan paket berisi produk-produk sederhana seperti kurma, kacang pinto, dan cokelat kepada warga di sekitar lingkungan masjid. Kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga bagian dari upaya membangun hubungan harmonis dengan komunitas lokal.
“Bagaimanapun kehadiran masjid ini bisa berdampak pada lingkungan sekitar, seperti soal parkir dan keramaian. Kami tidak ingin ada hal yang membuat warga tidak nyaman,” ujar Adji Sudarmaji, Presiden Indonesia Muslim Foundation di Masjid At-Thohir, seperti dikutip dari VOA pada 17 Maret 2025.
Sebagai bagian dari pendekatan sosial yang sensitif, setiap bingkisan juga disertai surat yang menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan bentuk dakwah atau penyebaran agama, melainkan ungkapan terima kasih dan perkenalan kepada warga sekitar. Langkah ini menjadi cerminan strategi komunikasi yang matang dalam membangun toleransi di tengah masyarakat multikultural seperti Los Angeles.
Keterlibatan generasi muda juga menjadi kekuatan utama. Para remaja tidak hanya dilibatkan sebagai relawan, tetapi juga didorong menjadi representasi Muslim Indonesia di ruang publik global.
“Kami ingin anak-anak ini merasa bangga menjadi Muslim dan menjadi bagian dari komunitas di Los Angeles. Mereka adalah ambassador,” ujar Rizky Rahmanurmaniah, relawan sekaligus pengajar kelas anak.
Aktivitas keagamaan di masjid ini juga dirancang inklusif, dengan penggunaan dua bahasa—Indonesia dan Inggris—untuk menjangkau jamaah dari berbagai latar belakang bangsa. Hal ini mempertegas posisi Masjid At-Thohir sebagai ruang ibadah sekaligus ruang interaksi lintas budaya.
Keberadaan masjid ini bahkan mendapat apresiasi dari pemerintah kota Los Angeles. Masjid At-Thohir dianugerahi penghargaan oleh otoritas setempat atas kontribusinya dalam menjaga toleransi dan harmoni sosial di lingkungan sekitar. Sementara itu, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut kehadiran Masjid At-Thohir menambah daftar masjid yang dikelola diaspora Indonesia di Amerika Serikat menjadi enam unit—sebuah pencapaian yang mencerminkan peran aktif komunitas Indonesia dalam membangun wajah Islam yang damai di tingkat global.
Masjid At-Thohir di Los Angeles bukan sekadar replika dari Depok, melainkan evolusi makna: dari simbol kemegahan fisik menjadi simbol kehadiran Indonesia yang ramah, inklusif, dan relevan di panggung global.

