Malam Takbiran, Jalan Sudirman-Thamrin Ditutup untuk Acara Festival Bedug dan Pawai Obor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya akan menutup Jalan Jenderal Sudirman-Jalan M.H. Thamrin pada malam takbir Idulfitri 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026). Penutupan jalan dilakukan untuk acara Car Free Night, Pawai Obor, dan Jakarta Bedug Kolosal.
Kegiatan tersebut dijadwalkan akan dimulai pukul 20.00-22.00 WIB. Namun penutupan jalan berlangsung mulai pukul 18.00-24.00 WIB.
"Kami tutup mulai pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB, mungkin bisa jadi (sampai) pukul 23.00 WIB atau 24.00 WIB," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, Jumat (20/3/2026).
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya mengumumkan Car Free Night saat malam takbir dilaksanakan sebagai upaya menghadirkan ruang publik yang lebih ramah sekaligus mempererat kebersamaan warga dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Adapun tema yang diusung adalah "Eid Mubarak Jakarta: Rhythm of Fountain".
Baca Juga
Menag Lapor Persiapan Lebaran ke Prabowo, Takbiran di Bali Selaras dengan Nyepi
Berbagai acara sudah disiapkan untuk meramaikan agenda tersebut, mulai dari Rampak Bedug, Festival Seribu Bedug, pawai obor dengan 5 ribu peserta. Selain itu ada juga atraksi visual seperti dancing fountain, lighting show, laser show, dan flying LED show.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan terobosan untuk memberikan pengalaman baru bagi warga dalam menikmati malam takbiran. Dia pun menegaskan, dirinya sudah menyetujui pelaksanaan kegiatan tersebut di Jalan Sudirman-Thamrin.
”Saya sudah menyetujui untuk kegiatan malam itu mulai pukul 20.00 WIB sampai 22.00 WIB, kami akan mengadakan acara yang disebut dengan Car Free Night," ujarnya.
Baca Juga
Malam Takbiran, KAI Commuter Tetap Operasikan 1.061 Perjalanan Jabodetabek
Pemprov DKI Jakarta juga akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan pembatasan ketat operasional kendaraan pribadi di sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan. Kebijakan itu diambil guna memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung selama acara berlangsung.
”Tidak diizinkan kendaraan pribadi untuk masuk, tetapi Transjakarta tetap beroperasi sehingga masyarakat tetap bisa beraktivitas dan menikmati acara," kata Pramono.

